Wawancara Eksklusif Liputan6.com: Dubes Iran Paparkan Situasi Demonstrasi dan 4 Langkah Perbaikan Ekonomi

Demonstrasi di Iran pecah sejak akhir Desember 2025 dan masih menjadi perhatian global hingga hari ini.

Diterbitkan 20 Januari 2026, 17:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah sorotan internasional terhadap demonstrasi di Iran, muncul perbedaan mencolok antara narasi resmi pemerintah Iran dan persepsi yang berkembang di media global. Isu stabilitas nasional, jumlah korban, penangkapan, pembatasan internet, hingga tekanan ekonomi menjadi perhatian luas publik dunia.

Dalam wawancara eksklusif dengan Liputan6.com yang dilakukan secara tertulis, Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi memberikan penjelasan mengenai situasi terkini di negaranya, membantah sejumlah klaim yang beredar, sekaligus memaparkan langkah-langkah pemerintah Iran dalam menjaga stabilitas serta memperbaiki kondisi ekonomi domestik di tengah tekanan sanksi internasional.

Berikut wawancara Liputan6.com dengan Dubes Boroujerdi selengkapnya:

T: Yang Mulia, bagaimana Anda menjelaskan situasi terkini di Iran? Apakah aksi protes masih berlanjut? Jika masih berlanjut, bagaimana cakupan dan konsentrasi geografisnya?

J: Berdasarkan penilaian yang ada, situasi terkini di Iran berada dalam kondisi stabil dan terkendali. Aksi-aksi protes yang sebelumnya terutama dipicu oleh faktor-faktor ekonomi telah mereda dan kini telah berkurang menjadi pergerakan yang terbatas dan sporadis. Saat ini tidak terdapat aksi protes nasional yang terorganisasi di seluruh negeri dan kondisi di kota-kota besar berlangsung normal. Fokus lembaga-lembaga terkait juga diarahkan pada pemisahan antara tuntutan yang sah dan tindakan-tindakan anarkis, serta pada penanganan tuntutan ekonomi melalui jalur hukum dan dialog. Narasi mengenai "ketidakstabilan yang meluas" tidak sejalan dengan realitas di lapangan.

T: Terkait jumlah korban, baik yang meninggal dunia maupun yang terluka, apakah pemerintah Iran telah merilis data resmi? Jika ada, berapa jumlah yang dikonfirmasi dan apa penjelasan mengenai penyebab kematian tersebut? Saat ini banyak angka yang beredar merujuk pada organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat, khususnya HRANA, yang baru-baru ini mengklaim lebih dari 3.000 orang tewas. Bagaimana tanggapan Yang Mulia terhadap klaim tersebut?

J: Data resmi mengenai korban hanya diumumkan oleh otoritas berwenang Republik Islam Iran setelah melalui proses penelaahan yang cermat. Angka-angka yang dilebih-lebihkan, seperti klaim lebih dari 3.000 korban tewas yang disampaikan oleh sejumlah lembaga yang berbasis di Amerika Serikat, tidak memiliki dasar lapangan yang dapat diverifikasi serta tidak didukung oleh mekanisme verifikasi yang kredibel.

Kasus-kasus kematian yang terbatas pada umumnya disebabkan oleh tindakan kekerasan, kerusuhan yang terorganisasi, dan penyalahgunaan senjata, bukan akibat dari aksi protes damai. Klaim-klaim tersebut merupakan bagian dari perang hibrida dan pengeboman opini publik yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis, yang pada hakikatnya merupakan kelanjutan dari perang 12 hari di ranah media dan opini publik, dengan tujuan menciptakan persepsi ketidakstabilan dan memberikan tekanan politik.

Republik Islam Iran menegaskan komitmennya terhadap transparansi, peninjauan yudisial atas insiden-insiden yang terjadi, serta pemisahan yang tegas antara protes yang sah dan kekerasan yang terorganisasi.

T: Bagaimana tanggapan Yang Mulia terhadap klaim HRANA mengenai penangkapan lebih dari 24.000 orang terkait aksi protes? Apakah klaim ini bertentangan dengan data resmi pemerintah Iran?

J: Klaim-klaim yang diajukan oleh sejumlah sumber non resmi tersebut tidak sesuai dengan realitas di lapangan dan didasarkan pada sumber-sumber yang tidak transparan serta tidak dapat diverifikasi, sehingga tidak memiliki kredibilitas hukum. Angka-angka semacam ini umumnya disampaikan dalam kerangka pembentukan opini dan pembesaran isu dengan tujuan-tujuan politik tertentu.

Sikap Republik Islam Iran jelas: penindakan terhadap unsur-unsur perusuh dilakukan secara terarah, kasus per kasus, dan berdasarkan hukum. Dalam sejumlah kecil kasus penahanan, mayoritas individu telah dibebaskan setelah pemeriksaan awal, dan tidak pernah ada kebijakan penangkapan massal atau di luar koridor hukum.

Klaim-klaim tersebut lebih merupakan bagian dari perang hibrida dan operasi psikologis media yang bertujuan memberikan tekanan politik dan merusak citra Iran, daripada cerminan realitas yang sebenarnya.

T: Menteri Luar Negeri Iran telah membantah laporan mengenai pelaksanaan hukuman mati terhadap individu yang terkait dengan aksi protes. Dapatkah kembali ditegaskan secara eksplisit bahwa sejak dimulainya protes, tidak ada hukuman mati yang dilaksanakan atau pada prinsipnya tidak akan dilaksanakan?

J: Sikap Republik Islam Iran dalam hal ini sepenuhnya jelas. Sejak dimulainya protes-protes terakhir, tidak ada satu pun hukuman mati yang dijatuhkan atau dilaksanakan semata-mata karena partisipasi dalam aksi protes. Protes damai tidak dianggap sebagai tindak pidanadi Iran dan setiap proses peradilan semata-mata berkaitan dengan tindak kejahatan kekerasan yang spesifik, terpisah dari isu protes, serta dilakukan berdasarkan prosedur hukum dan bukti yuridis yang jelas. Klaim mengenai "eksekusi terhadap para demonstran" merupakan bagian dari perang media dan operasi psikologis, serta tidak memiliki dasar hukum maupun fakta di lapangan.

 

 

 

Jaminan Keamanan Tanpa Diskriminasi

T: Apakah akses komunikasi dan internet di dalam Iran sepenuhnya terputus? Bagaimana kondisi komunikasi internal dan hubungan Iran dengan dunia luar?

J: Internet dan komunikasi di Iran tidak sepenuhnya terputus. Internet nasional dan layanan komunikasi di seluruh negeri tetap aktif dan hanya pada waktu serta wilayah tertentu diberlakukan pembatasan sementara dan terarah. Langkah-langkah ini diambil untuk mencegah penyalahgunaan sarana komunikasi oleh kelompok-kelompok kekerasan, perusuh, dan teroris dalam mengorganisasi serta mengarahkan kerusuhan.

Pembatasan tersebut bersifat sementara, proporsional, dan berorientasi pada keamanan, sementara komunikasi internal dan eksternal Iran secara umum tetap berlangsung. Kebijakan utama Iran adalah menjaga keamanan publik sembari memastikan kelangsungan layanan komunikasi yang esensial, bukan melakukan pemutusan komunikasi secara menyeluruh.

T: Apakah ada imbauan atau peringatan khusus yang dikeluarkan bagi warga negara asing yang tinggal di Iran?

J: Hingga saat ini, tidak ada peringatan atau imbauan luar biasa yang dikeluarkan bagi warga negara asing yang bermukim di Iran. Warga negara asing adalah tamu yang kami hormati dan perlindungan atas keselamatan, keamanan, serta martabat mereka merupakan prioritas utama bagi kami. Kondisi umum negara berada dalam keadaan normal dan kehidupan serta aktivitas sehari-hari, termasuk bagi warga negara asing, berlangsung tanpa gangguan. Republik Islam Iran tetap berkomitmen untuk menjamin keamanan seluruh penduduknya tanpa diskriminasi apa pun.

T: Mengingat isu ekonomi sering disebut sebagai salah satu pemicu aksi protes, apakah pemerintah Iran telah mengambil langkah atau kebijakan baru untuk mengelola dan memperbaiki kondisi ekonomi domestik?

J: Tidak diragukan lagi, rakyat dan pemerintah Iran dalam beberapa tahun terakhir telah dengan kesabaran, keteguhan, dan martabat nasional menghadapi salah satu gelombang sanksi ekonomi terberat dan paling belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kontemporer. Ketahanan ini tidak hanya mencerminkan daya tahan sosial dan persatuan nasional, tetapi juga menjadi bukti nyata atas tekad suatu bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan dan kehormatannya di tengah tekanan eksternal.

Pada saat yang sama, pemerintah Iran sepenuhnya menyadari bahwa tekanan ekonomi berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat dan penanganan tuntutan kesejahteraan merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, serangkaian langkah dan kebijakan telah dan sedang dijalankan, antara lain:

  1. Fokus pada pengendalian inflasi dan stabilisasi pasar valuta asing.
  2. Dukungan yang terarah bagi kelompok rentan serta penguatan jaringan perlindungan sosial.
  3. Fasilitasi iklim usaha, peningkatan produksi dalam negeri, dan penciptaan lapangan kerja.
  4. Peninjauan dan perbaikan sejumlah kebijakan ekonomi dengan pendekatan yang realistis dan bertahap.

Pendekatan pemerintah adalah mengelola tekanan eksternal dan reformasi internal secara bersamaan, yakni mengurangi dampaksanksi di satu sisi dan memperbaiki tata kelola ekonomi di sisi lain. Secara keseluruhan, pesannya jelas: Iran, sembari berdiri teguh menghadapi tekanan eksternal, secara serius menempuh jalur reformasi dan perbaikan kondisi ekonomi domestik, yang akan dilanjutkan melalui dialog, rasionalitas, dan partisipasi sosial.

 

Pesan kepada Masyarakat Internasional

T: Yang Mulia, saat ini terdapat kesenjangan yang cukup signifikan antara narasi resmi Iran dan persepsi publik internasional. Sejumlah pengamat juga menilai bahwa media dalam peliputan isu Iran tidak bersikap netral dan lebih banyak merujuk pada sumber-sumber media Barat. Di sisi lain, dikatakan pula bahwa pemerintah Iran tidak selalu memberikan pembaruan atau tanggapan secara cepat dan teratur terhadap narasi tersebut. Bagaimana penjelasan Yang Mulia mengenai hal ini?

J: Peristiwa-peristiwa tahun 2025 di Suriah, Palestina, dan Venezuela dengan jelas menunjukkan bahwa sebagian besar media arus utama Barat, alih-alih berpegang pada netralitas profesional, dalam praktiknya melayani tujuan politik dan ideologis kekuatan-kekuatan hegemon. Kini semakin nyata bahwa konsep-konsep seperti perdamaian, keamanan, pembangunan, dan hak asasi manusia, alih-alih menjadi prinsip universal, telah berubah menjadi instrumen untuk menekan negara-negara merdeka dan memajukan kepentingan tertentu.

Dalam konteks ini, media besar dan platform utama jejaring sosial yang sebagian besar berada di bawah pengaruh struktur kekuasaan tersebut, secara terkoordinasi mengelola narasi: sebagian suara diperbesar, sementara suara lain dihapus atau dilemahkan, sehingga opini publik global diarahkan dan dibentuk.

Namun demikian, Republik Islam Iran tidak menjadikan realitas ini sebagai alasan untuk bersikap pasif. Sebaliknya, kebutuhan untuk memperkuat diplomasi media, memberikan respons yang lebih cepat, dan menjalin komunikasi langsung dengan opini publik internasional semakin disadari dan telah menjadi agenda penting.

Pada akhirnya, pengalaman sejarah menunjukkan bahwa realitas jauh lebih bertahan dibandingkan narasi yang dipaksakan. Semakin besar tekanan media, ekonomi, dan politik, semakin jelas pula bagi opini publik dunia perbedaan antara narasi yang berbasis pada kekuasaan dan narasi yang berlandaskan kebenaran.

T: Apa pesan utama pemerintah Iran kepada masyarakat internasional mengenai situasi domestik saat ini?

J: Pesan utama pemerintah Iran kepada masyarakat internasional jelas: Iran adalah negara yang stabil, merdeka, dan berkomitmen pada keamanan serta martabat rakyatnya, serta mengelola dinamika internalnya dalam kerangka hukum dan lembaga-lembaga resmi. Aksi protes terbatas di masa lalu telah terkendali, dan kondisi umum negara berada dalam keadaan normal.

Kami meyakini bahwa umat manusia berada pada persimpangan sejarah yang penting, di mana hakikat tekanan dan kebijakan koersif kekuatan-kekuatan hegemonik semakin nyata. Republik Islam Iran telah menghadapi sanksi dan tekanan paling berat dalam sejarah kontemporer semata-mata karena mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan nasional, dan dukungannya terhadap bangsa-bangsa yang tertindas.

Pesan Iran bukanlah konfrontasi, melainkan seruan pada tanggung jawab moral dan kemanusiaan. Bangsa Iran, dengan bersandar pada keimanan, persatuan nasional, dan janji pertolongan Ilahi akan melewati tahap perang hibrida dan media ini sebagaimana telah dilakukan di masa lalu. Seperti yang telah terbukti sebelumnya, tekanan-tekanan tersebut pada akhirnya akan berujung pada kegagalan politik dan moral bagi Amerika Serikat dan rezim Zionis. Rakyat dan pemerintah Republik Islam Iran mengharapkan seluruh manusia, bangsa, dan para pencinta kebebasan di dunia untuk menunjukkan solidaritas dengan bangsa Iran dalam membela kebenaran, keadilan, dan hak kedaulatan bangsa-bangsa, serta dalam menghadapi tekanan dan keserakahan hegemoni global.

Â