Liputan6.com, Caracas - Pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado menyatakan keyakinannya bahwa ia akan memimpin negaranya ketika momentum politik memungkinkan, seraya berjanji membawa Venezuela menuju perubahan besar.
“Ada sebuah misi. Kita akan mengubah Venezuela menjadi negeri yang penuh rahmat, dan saya percaya saya akan terpilih, pada waktu yang tepat, sebagai presiden Venezuela—presiden perempuan pertama,” ujar Machado dalam wawancara dengan Fox News.
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Machado menganugerahkan medali Hadiah Nobel Perdamaian kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyebut penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas komitmen Trump terhadap kebebasan Venezuela.
Advertisement
Situasi politik Venezuela berubah drastis setelah otoritas AS menangkap Presiden Nicolas Maduro di Caracas pada 3 Januari dan membawanya ke New York untuk menghadapi berbagai dakwaan terkait narkotika dan senjata, dikutip dari BBC, Sabtu (17/1/2026).
Meski demikian, Trump menolak secara terbuka mendukung Machado sebagai pemimpin baru Venezuela. Ia beralasan Machado belum memiliki dukungan domestik yang cukup, meskipun kubu oposisi mengklaim memenangkan pemilihan umum 2024 yang berlangsung ketat dan penuh sengketa.
Sebaliknya, Trump memilih menjalin komunikasi dengan Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodríguez, mantan wakil presiden di era Maduro. Seorang pejabat AS mengatakan Rodríguez menggelar pertemuan tertutup selama dua jam dengan Direktur CIA di Caracas pada Jumat, atas arahan langsung Trump, untuk membangun kepercayaan dan membuka jalur komunikasi antara kedua negara.
“Direktur Ratcliffe membahas potensi peluang kerja sama ekonomi serta menegaskan bahwa Venezuela tidak lagi dapat menjadi tempat aman bagi musuh Amerika,” ujar pejabat tersebut.
Menanggapi kritik atas keputusannya bekerja sama dengan Rodríguez alih-alih Machado, Trump mengatakan pertimbangannya didasarkan pada pengalaman AS di Irak lebih dari dua dekade lalu. Menurutnya, pembongkaran total struktur keamanan dan politik pascainvasi justru memicu kekacauan dan melahirkan kelompok ISIS.
“Jika Anda ingat Irak—semua orang dipecat, polisi, jenderal, semuanya—dan akhirnya mereka menjadi ISIS. Saya ingat itu,” kata Trump kepada wartawan.
Percaya pada Proses Transisi yang Tertib
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377424/original/097355900_1760093862-2.jpg)
Berbicara terpisah di Washington, Machado menyatakan keyakinannya bahwa Venezuela akan melalui “transisi yang tertib”.
“Hasil dari transisi yang stabil adalah Venezuela yang bangga dan akan menjadi sekutu terbaik yang pernah dimiliki Amerika Serikat di kawasan ini,” ujarnya.
Ia menegaskan persoalan utama bukan persaingan personal dengan Rodríguez, melainkan sistem kekuasaan yang ia sebut sebagai “struktur kriminal rezim”. Machado juga menekankan bahwa dirinya hanyalah bagian dari gerakan luas rakyat Venezuela.
Sementara itu di Caracas, Delcy Rodríguez menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya sejak menjabat sebagai presiden sementara. Ia menyatakan siap menghadapi Amerika Serikat “secara diplomatis melalui dialog politik”.
Rodríguez menekankan pentingnya menjaga “martabat dan kehormatan” Venezuela, sekaligus mengumumkan reformasi di sektor industri minyak untuk membuka pintu bagi investasi asing, menandai pergeseran dari kebijakan ekonomi era Maduro.
Trump sebelumnya menyebut Rodríguez sebagai “orang yang hebat” setelah keduanya melakukan pembicaraan telepon yang ia nilai “produktif dan sopan”. Sehari kemudian, Trump juga memuji Machado sebagai “perempuan luar biasa yang telah melalui begitu banyak hal”, serta menyebut pemberian medali Nobel sebagai “isyarat saling menghormati yang luar biasa”.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5333221/original/001778100_1756612376-petani_milenial_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332053/original/033451400_1787629160-petani_milenial_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377428/original/080320400_1760093867-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5158903/original/010346200_1741676536-vietnam084-sjpg_950_2000_0_75_0_50_50.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111034/original/031563900_1738033947-AP_Photo-Ben_Curtis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4350265/original/051288500_1678243458-Crypto_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4708873/original/094005700_1704683548-agus-dietrich-eUjufrdx_bM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540889/original/074569200_1774841000-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349927/original/093879500_1757942338-AP25248769598975.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331560/original/025797600_1787550022-90-28.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5482291/original/069866400_1769170838-Untitled.jpg)