Gara-gara Digigit Ular Berbisa Peliharaan, Pria di China Kehilangan Ibu Jari

Mengapa ibu jari yang digigit ular dapat berakibat fatal?

Diterbitkan 07 Januari 2026, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Bagi pecinta reptil, memelihara hewan berbahaya dan berbisa bukan menjadi ancaman bagi mereka, justru semakin memenuhi rasa kepuasan untuk memiliki lebih banyak hewan reptil.

Namun, ada momen tertentu yang membuat hewan berbahaya tersebut secara tiba-tiba lebih agresif kepada pemiliknya, seperti ibu jari pria di China harus diamputasi akibat digigit ular berbisa peliharaan.

Pria bernama Huang memelihara ular berbisa yang memiliki pucuk hidung panjang. Sejak kecil, ia sudah menyukai hewan reptil, terutama ular hingga akhirnya ia dapat memelihara hewan tersebut. Namun, bisa dari ularnya justru membuat jarinya terinfeksi dan harus dilakukan pembedahan secepat mungkin.

Perubahan perilaku yang tidak seperti biasa ini masih belum ada penjelasan terkait alasan ular itu menyerangnya. Tetapi belum lama ini, ular berbisa miliknya jatuh sakit dan tidak mau makan sehingga Huang mencoba untuk memberi makan dengan tangannya sendiri hingga ibu jarinya harus diamputasi. Insiden ini pun telah dilaporkan oleh media pemerintah Tiongkok pada 18 Desember 2025.

Gigitan dari ular berubah menjadi luka serius dan Huang menjelaskan jika terdapat racun yang menyebabkan kerusakan fungsi pada ibu jari, alasan itulah yang membuat ibu jarinya harus diamputasi karena tidak lagi dapat digerakkan.

"Racun itu sangat membahayakan fungsi pembekuan darah saya. Ibu jari saya mengalami nekrosis dan dokter memutuskan untuk mengamputasinya," ucapnya seperti yang dikutip dari laman South China Morning Post (SCMP), Rabu (7/1/2026).

 

Ancaman Hewan Reptil

Menurut cerita rakyat Tiongkok, siapa pun yang digigit oleh ular dengan sebutan "ular lima langkah" itu akan mati setelah berjalan lima langkah. Ular yang memiliki bisa berbahaya pun sudah dipastikan risiko yang harus dipahami, salah satunya Huang harus kehilangan ibu jari akibat gigitan ular peliharaannya sendiri.

Pada umumnya, hewan eksotis selalu berpotensi membuat luka yang membahayakan manusia, terutama jika tidak ditangani dengan prosedur medis dan pengetahuan terhadap penanganan yang sesuai untuk luka akibat gigitan hewan berbahaya.

Hal ini juga dijelaskan oleh seorang dokter senior dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Shenzhen, Liu Wei, mengatakan sebagian besar hewan peliharaan eksotis dapat membawa patogen berbahaya, yang mencakup bakteri, parasit, dan virus.

Dengan begitu, memelihara hewan yang memiliki bisa mematikan seperti ini memerlukan pemahaman tentang langkah penanganan atau pertolongan pertama saat terjadi serangan, karena hewan tidak memiliki akal dan hanya mengandalkan instingnya untuk berburu, di mana pemilik hewan harus berhati-hati dalam berinteraksi dengan hewan peliharaan meski sudah jinak sekalipun.