Liputan6.com, Washington D.C - Amerika Serikat melancarkan serangan militer berskala besar ke sejumlah lokasi di Suriah pada Jumat (19/12/2025), sebagai operasi balasan terhadap kelompok ISIS. Sebuah lembaga pemantau konflik melaporkan sedikitnya lima orang tewas dalam serangan tersebut.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), lembaga pemantau perang yang berbasis di Inggris, menyebut korban tewas berasal dari kalangan pemimpin dan anggota sel ISIS yang menjadi sasaran serangan udara. Militer Amerika Serikat tidak merinci jumlah korban dalam operasi tersebut.
Serangan ini dilakukan hampir sepekan setelah seorang pria bersenjata di Suriah menewaskan dua tentara Angkatan Darat AS dan seorang penerjemah sipil Amerika dalam sebuah insiden di dekat Palmyra. Pentagon menyatakan operasi tersebut bertujuan “menghilangkan” pejuang dan persenjataan ISIS, dikutip dari laman CBS, Minggu (21/12).
Advertisement
Komando Pusat AS (CENTCOM), yang membawahi operasi militer di kawasan tersebut, menggambarkan serangan ini sebagai “operasi besar-besaran”.
Dalam pernyataan di media sosial X, CENTCOM menyebut telah menggunakan lebih dari 100 amunisi presisi untuk menghantam infrastruktur dan lokasi senjata ISIS yang telah diidentifikasi.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada CBS News bahwa lebih dari 70 target dihantam dalam operasi itu. Sejumlah aset militer dikerahkan, termasuk jet tempur F-15 dan F-16, pesawat serang A-10 Thunderbolt II atau “Warthog”, serta helikopter serang Apache. Angkatan Udara Yordania juga terlibat dalam operasi tersebut.
Pada Sabtu (20/12), Yordania mengonfirmasi partisipasi militernya dalam “serangan udara presisi” yang menargetkan sejumlah posisi ISIS di Suriah selatan. Otoritas Yordania menyatakan operasi itu bertujuan mencegah kelompok ekstremis memanfaatkan wilayah tersebut sebagai basis untuk mengancam keamanan negara-negara tetangga dan kawasan secara lebih luas, di tengah upaya ISIS membangun kembali kekuatannya.
CENTCOM menyebutkan, sejak serangan 13 Desember lalu, pasukan AS bersama mitra telah melaksanakan 10 operasi di Suriah dan Irak yang menewaskan atau menangkap 23 anggota ISIS. Dalam enam bulan terakhir, lebih dari 80 operasi kontra-terorisme telah dilakukan di Suriah.
Insiden yang memicu serangan balasan ini terjadi ketika, menurut Pentagon, seorang penembak yang diduga berafiliasi dengan ISIS menyergap pasukan AS yang tengah mendukung seorang tokoh kunci di wilayah Palmyra. Dua prajurit yang tewas diidentifikasi sebagai Sersan William Howard dan Sersan Edgar Torres Tovar dari Garda Nasional Iowa. Penerjemah sipil yang turut menjadi korban adalah Ayad Mansoor Sakat.
Trump Janjikan Pembalasan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312382/original/058803300_1754958946-Untitled.jpg)
Presiden AS Donald Trump sebelumnya berjanji akan melakukan “pembalasan yang sangat serius” atas penembakan tersebut. Trump bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth menghadiri upacara pemulangan jenazah secara kehormatan di Pangkalan Angkatan Udara Dover awal pekan ini.
Selain korban tewas, tiga anggota Garda Nasional Iowa lainnya serta seorang anggota pasukan keamanan Suriah mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Pelaku penembakan dilaporkan tewas di lokasi.
Pejabat Suriah menyatakan pelaku baru bergabung dengan pasukan keamanan internal Suriah sebagai penjaga pangkalan sekitar dua bulan lalu dan tengah diselidiki atas dugaan keterkaitan dengan ISIS. Ia disebut menyerang pertemuan antara pejabat keamanan AS dan Suriah yang sedang makan siang, sebelum melepaskan tembakan setelah terlibat bentrok dengan penjaga setempat.
Pada Jumat, Presiden Trump juga menegaskan dukungannya terhadap Presiden sementara Suriah Ahmad al-Sharaa, yang menurutnya sepenuhnya mendukung operasi militer AS melawan ISIS.
Hingga kini, ISIS belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap personel militer AS tersebut. Namun, kelompok itu mengaku telah melancarkan dua serangan terhadap pasukan keamanan Suriah setelah insiden itu, salah satunya menewaskan empat tentara Suriah di Provinsi Idlib. Dalam pernyataannya, ISIS menyebut pemerintahan dan militer al-Sharaa sebagai “murtad”, meski al-Sharaa memiliki permusuhan lama dengan kelompok tersebut.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3658301/original/097193300_1639070600-AP21343481184910.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411551/original/064186300_1479703598-Suriah.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525189/original/026743800_1782455197-usha_vance.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8529068/original/035999300_1782460827-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8451107/original/036314100_1782347531-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)