Viral, Jenazah di Kamar Mayat RS India Dimakan Tikus

Bagaimana bisa tikus bisa masuk ke ruang jenazah di RS India?

Diterbitkan 08 Desember 2025, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Insiden kelalaian serius di lingkungan Dinas Kesehatan Negara Bagian memicu kemarahan publik di Haridwar, India, setelah jenazah seorang pria ditemukan dalam kondisi sebagian tubuhnya digerogoti tikus di kamar mayat Rumah Sakit Distrik Haridwar.

Kejadian tersebut terungkap pada Sabtu (6/12/2025) pagi ketika keluarga Lakhan Sharma, atau Lucky (36), mantan manajer Punjabi Dharamshala di Jwalapur, datang untuk melihat kondisi jenazah sebelum proses autopsi.

Mereka terkejut mendapati luka dalam di wajah, kepala, dan salah satu mata almarhum yang sebelumnya tidak ada. Bekas gigitan tersebut langsung menimbulkan kecurigaan, dikutip dari laman The Star, Senin (8/12).

Keluarga juga melihat beberapa tikus berkeliaran bebas di dalam kamar mayat. Pemandangan itu langsung memicu keributan. Mereka meneriaki petugas rumah sakit dan menuntut pertanggungjawaban para pejabat kesehatan yang dianggap lalai menjaga fasilitas penyimpanan jenazah.

Menurut pihak rumah sakit, Sharma meninggal akibat serangan jantung pada Jumat malam. Jenazah kemudian disimpan di kamar mayat untuk menunggu autopsi, tetapi pemeriksaan tidak dapat dilakukan pada malam hari karena batasan waktu yang diatur undang-undang.

Seorang petugas menjelaskan bahwa kondisi jenazah yang rusak baru diketahui keesokan paginya saat keluarga kembali untuk proses otopsi. Temuan itu langsung menimbulkan protes dari warga dan tokoh lokal.

Setelah kabar ini menyebar, sejumlah pemimpin Kongres setempat mendatangi rumah sakit dan menggelar aksi protes di depan kamar mayat. Mereka mengecam keras buruknya standar kebersihan dan keamanan fasilitas kesehatan tersebut.

Keluarga korban menegaskan bahwa peristiwa ini menunjukkan kelalaian fatal pihak rumah sakit, yang bahkan gagal menjamin keselamatan jenazah yang berada di bawah tanggung jawab mereka. Mereka menuntut penyelidikan menyeluruh dan tindakan tegas terhadap pejabat yang dianggap bertanggung jawab.