Nigeria Klaim Berhasil Amankan Pembebasan 100 dari 265 Anak Sekolah yang Diculik Kelompok Bersenjata

Pembebasan 100 anak itu dikonfirmasi kepada AFP oleh juru bicara presiden, Sunday Dare.

Diterbitkan 08 Desember 2025, 08:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Abuja - Pihak berwenang Nigeria memastikan pembebasan 100 anak sekolah yang diculik oleh kelompok bersenjata dari sebuah sekolah Katolik bulan lalu. Demikian menurut seorang sumber PBB dan laporan media lokal pada Minggu (7/12/2025).

Pada November, sebanyak 315 siswa dan staf diculik dari sekolah asrama St Mary di Negara Bagian Niger, pada saat negara itu tengah terguncang oleh gelombang penculikan massal yang mengingatkan pada penculikan terkenal terhadap para siswi Chibok oleh Boko Haram pada 2014.

Sekitar 50 dari para sandera melarikan diri tidak lama setelah penculikan.

Sumber dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan, 100 anak tersebut akan diserahkan kepada pejabat pemerintah daerah di negara bagian Niger pada Senin (8/12).

"Mereka akan diserahkan kepada pemerintah negara bagian Niger besok," kata sumber tersebut kepada AFP pada Minggu.

Media lokal juga melaporkan bahwa pembebasan 100 anak itu telah diamankan, tanpa memberikan rincian apakah hal tersebut dilakukan melalui negosiasi atau kekuatan militer, maupun tentang nasib para siswa dan staf yang diyakini masih berada di tangan para penculik.

"Kami telah berdoa dan menunggu kepulangan mereka, jika ini benar maka ini kabar yang menggembirakan," kata Daniel Atori, juru bicara Uskup Bulus Yohanna dari keuskupan Kontagora, yang mengelola sekolah tersebut.

"Namun, kami belum secara resmi mengetahui dan belum diberi pemberitahuan yang layak oleh pemerintah federal."

Meskipun penculikan untuk mendapatkan uang tebusan merupakan hal umum di negara tersebut, rangkaian penculikan massal pada bulan November, yang membuat ratusan orang diculik, semakin menyoroti betapa suramnya situasi keamanan Nigeria. Negara itu menghadapi pemberontakan yang telah berlangsung lama di wilayah timur laut, sementara geng-geng bersenjata melakukan penculikan dan menjarah desa-desa di barat laut, dan pada saat yang sama terjadi bentrokan antara petani dan penggembala di wilayah tengah akibat semakin berkurangnya lahan dan sumber daya.

Dalam skala yang lebih kecil, kelompok bersenjata yang terkait dengan gerakan separatis juga menghantui wilayah tenggara yang bergolak.

Salah satu penculikan massal pertama yang menarik perhatian internasional terjadi pada 2014, ketika hampir 300 siswi diculik dari sekolah asrama mereka di Kota Chibok oleh kelompok Boko Haram.

Satu dekade kemudian, krisis penculikan untuk tebusan di Nigeria telah berubah menjadi sebuah industri terstruktur yang berorientasi pada keuntungan, yang menghasilkan sekitar USD 1,66 juta antara Juli 2024 dan Juni 2025, menurut laporan terbaru SBM Intelligence, sebuah konsultan yang berbasis di Lagos.