Presiden Joseph Aoun Tegaskan Lebanon Tak Ingin Berperang dengan Israel

Apa alasan Presiden Lebanon Joseph Aoun tak ingin berperang dengan Israel?

Diterbitkan 06 Desember 2025, 10:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beirut - Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan kepada delegasi Dewan Keamanan PBB bahwa Beirut tidak menginginkan perang dengan Israel.

Pernyataan itu disampaikan pada Jumat, hanya beberapa hari setelah perwakilan sipil Lebanon dan Israel duduk bersama dalam perundingan pertama mereka dalam puluhan tahun.

Meski gencatan senjata pada November 2024 seharusnya menghentikan permusuhan lebih dari setahun antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran, ketegangan tetap tinggi, dikutip dari laman France24, Sabtu (6/12/2025).

Israel masih melancarkan serangan ke wilayah Lebanon dan mempertahankan kehadiran militernya di lima area strategis di Lebanon selatan.

Dalam pertemuan dengan para duta besar Dewan Keamanan, Presiden Aoun menegaskan bahwa rakyat Lebanon sudah terlalu lama menderita akibat konflik berkepanjangan.

“Lebanon tidak ingin kembali berperang. Rakyat kami sudah cukup menanggung penderitaan itu,” ujarnya, seperti tertulis dalam pernyataan resmi kepresidenan.

Aoun meminta dukungan komunitas internasional untuk memperkuat upaya tentara Lebanon dalam melucuti senjata kelompok bersenjata non-negara. Tahap pertama dari rencana tersebut diharapkan rampung pada akhir tahun.

“Tentara Lebanon akan menjalankan tugasnya sepenuhnya. Dukungan internasional sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Ia menyebut langkah pemerintah ini sebagai keputusan “final dan tidak dapat dibatalkan”, meski membutuhkan waktu. Menurutnya, negara sudah lelah dengan siklus kekerasan dan berharap ada tekanan internasional kepada Israel agar menghormati gencatan senjata.

Aoun mengatakan bahwa keberhasilan perundingan yang baru dimulai kembali pada Rabu sangat ditentukan oleh sikap Israel. “Hasilnya akan bergantung pada apakah Israel bersedia mengambil langkah nyata atau tidak,” ungkapnya.

Komite yang memantau gencatan senjata dijadwalkan menggelar putaran dialog berikutnya pada 19 Desember, dengan melibatkan delegasi sipil dari kedua negara.

 

Kunjungan PBB ke Lebanon

Delegasi PBB sebelumnya mengunjungi Damaskus untuk bertemu pejabat Lebanon. Mereka dijadwalkan meninjau wilayah perbatasan di Lebanon selatan keesokan harinya bersama utusan AS Morgan Ortagus.

Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri—sekutu penting Hizbullah—juga menegaskan bahwa perundingan tidak bisa berlangsung di tengah serangan.

“Negosiasi di bawah tembakan tidak dapat diterima,” katanya. Ia juga menekankan perlunya Israel mematuhi Resolusi 1701 PBB yang mengakhiri perang 2006 dengan Hizbullah, termasuk menghentikan pelanggaran harian dan menarik pasukan ke belakang perbatasan internasional.

Pada Kamis, Israel menyerang empat kota di Lebanon selatan dengan dalih menargetkan infrastruktur Hizbullah, termasuk gudang senjata, demi mencegah kelompok itu kembali mempersenjatai diri.

Pasukan penjaga perdamaian PBB mengecam tindakan itu sebagai “pelanggaran jelas” terhadap Resolusi 1701. Mereka juga melaporkan insiden penembakan terhadap kendaraan mereka oleh enam pria bermotor di dekat Bint Jbeil, meski tidak ada korban.

Sementara Hizbullah menolak melucuti senjata, kelompok itu belum membalas serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan. Namun Israel menyatakan akan merespons kematian komandan militernya yang tewas dalam serangan di pinggiran Beirut selatan bulan lalu.