Fenomena Langka, Bayi di AS Lahir dengan Ekor

Apa yang menyebabkan kelainan ekor manusia dapat terjadi pada bayi yang baru lahir?

Diterbitkan 24 November 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, D.C - Kelahiran bayi laki-laki di Amerika Serikat lahir dengan kelainan tulang belakang yang menyebabkan munculnya bentuk menyerupai "ekor" atau biasa dikenal sebagai apendiks kaudal, yang merupakan kelanjutan dari tulang belakang dan elemen saraf tulang belakang.

Kelainan bawaan langka seperti ini biasanya muncul setelah bayi lahir atau pada anak usia dini. Tetapi, kasusnya hanya beberapa dari catatan medis. Operasi pengangkatan ekor bayi laki-laki dilakukan pada 18 Juni, di Georgetown Public Hospital Corp. (GPHC), Guyana, yang dipimpin oleh Dr. Amarnauth Dukhi, dilansir dari Newsweek, Senin (24/11/2025).

Dari sebuah studi tahun 2012 dalam jurnal BMJ Case Reports, memberikan penjelasan terkait ekor manusia dapat muncul. Sebagian besar spesies hewan membawa "cetak biru genetik," organ-organ yang hilang selama evolusi. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, organ-organ purba dapat diaktifkan kembali akibat dari gen-gen yang dimatikan.

Dengan begitu, organ purba atau struktur tulangnya muncul seperti ekor, meski terjadi pada manusia modern yang seharusnya tidak memiliki. Dari cetakan genetik yang tersimpan, maka gen-gen inilah yang mengontrolnya akan hidup lagi secara kebetulan. 

Operasi Pengangkatan Ekor

Apendiks seperti ekor biasanya dianggap sebagai penanda disrafisme tulang belakang, dimulai dengan kondisi langka pada tulang belakang, sumsum tulang belakang, atau akar saraf. Sehingga alat medis yang digunakan dalam operasi juga dari prosedur canggih.

Setelah operasi berhasil, bayi laki-laki yang telah selesai masa perawatan singkat di rumah sakit langsung melanjutkan pemulihan di rumah. 

Kelainan ekor tentu menimbulkan kecemasan bagi orang tua, sehingga dengan pengangkatan ekor tersebut ingin memberikan kesempatan bagi bayi menjalani kehidupan normal dan tumbuh seperti anak-anak lainnya.