500.000 Tiket Penerbangan Warga China ke Jepang Dibatalkan Imbas Ketegangan Dua Negara

Sebelumnya, China mengeluarkan peringatan perjalanan dan menyerukan warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang hingga waktu yang belum ditentukan.

Diterbitkan 19 November 2025, 16:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Sekitar 500.000 tiket pesawat menuju Jepang dilaporkan telah dibatalkan oleh wisatawan China.

Hal ini disampaikan analis penerbangan Li Hanming kepada AFP pada Selasa (18/11/2025), setelah Beijing mengeluarkan imbauan agar warganya tidak berkunjung ke Jepang di tengah memuncaknya ketegangan diplomatik kedua negara.

Ketegangan tersebut mencuat setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa Tokyo bisa saja mengambil langkah militer jika Taiwan — yang diklaim China sebagai wilayahnya — mendapat serangan. Pernyataan itu langsung memicu respons keras dari Beijing.

Sebagai buntutnya, China mengeluarkan peringatan perjalanan dan menyerukan warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang hingga waktu yang belum ditentukan. Efeknya terasa seketika, dikutip dari laman Japan Today, Rabu (19/11).

Menurut Li, yang sejak 2023 rutin mengumpulkan data harian pemesanan tiket maskapai dan agen perjalanan daring Tiongkok, jumlah pemesanan aktif ke Jepang anjlok dari sekitar 1,5 juta pada 15 November menjadi hanya satu juta dua hari kemudian. Penurunan drastis ini membuatnya menyimpulkan bahwa kira-kira 500.000 perjalanan dibatalkan dalam rentang singkat tersebut.

Li mengatakan bahwa biasanya pemesanan tiket hanya turun sekitar lima persen dari hari ke hari. Namun kali ini, penurunan mencapai 33 persen — lonjakan yang menurutnya sangat tidak biasa.“Jika tensi semakin meningkat, pembatalan pasti akan terus bertambah,” ujarnya.

 

Pengembalian Dana

Beberapa maskapai besar China telah menawarkan pengembalian dana penuh untuk penerbangan menuju Jepang hingga 31 Desember. Respons agen perjalanan China pun beragam. Sebuah perusahaan pariwisata milik negara bahkan menghapus seluruh opsi perjalanan ke Jepang dari aplikasi mereka. Sementara sebuah agen di Beijing mengaku sudah berhenti menerima pemesanan perjalanan ke Jepang.

Di sisi lain, masih ada agen perjalanan yang tetap menjalankan tur mereka seperti biasa dan berharap gangguan ini bersifat sementara.

Wisatawan China merupakan penyumbang terbesar kunjungan ke Jepang. Dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, hampir 7,5 juta wisatawan China tercatat masuk ke Negeri Sakura. Pada kuartal ketiga, mereka menghabiskan lebih dari satu miliar dolar AS per bulan — sekitar 30 persen dari total belanja wisatawan.