Akibat Malapraktik Rumah Sakit, Organ Pencernaan Bocah 12 Tahun di China Rusak

Seperti apa kisah memilukan bocah lelaki harus mengalami kerusakan alat pencernaan?

Diterbitkan 15 November 2025, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Kelalaian medis di China timur membuat seorang anak laki-laki berusia 12 tahun kehilangan hampir seluruh sistem pencernaan, dan membuatnya bertahan hidup dengan nutrisi intravena (IV), setelah dokter menemukan bahwa dirinya memiliki tumor besar di pankreas.

Anak laki-laki bernama Xiaoye yang berusia 10 tahun telah dirawat di Rumah Sakit Rakyat Kabupaten Chengwu, di Provinsi Shandong, pada 26 Oktober 2023, dilansir dari SCMP, Sabtu (15/11/2025).

Sebelumnya ia mengalami benjolan akibat seorang teman sekelas menabrak perutnya di taman bermain sekolah secara tidak sengaja.

Selama dua tahun, ibunya mencari tempat berobat yang dapat menyembuhkan putranya dan para ahli menyarankannya untuk operasi transplantasi, yaitu operasi laparoskopi, sebuah prosedur yang dilakukan dengan sayatan kecil, seperti yang dilaporkan Red Star News.

Begitu anak laki-laki itu akan melalui prosedur penyembuhannya pada siang hari, komplikasi mendadak muncul yang menyebabkan operasi menjadi 14 jam yang berakhir dengan pengangkatan sebagian besar organ pencernaan Xiaoye.

Formulir Palsu

Ibu anak laki-laki yang bermarga Yue mengungkap bahwa dokter berulang kali meminta tanda tangan untuk formulir persetujuan saat operasi berlangsung hingga terdapat empat formulir persetujuan.

Masalah yang terjadi pada putranya dari pendarahan dan menyarankan laparotomi, lalu bersikeras untuk mengangkat organ-organ tertentu.

Ibunya tidak merasa curiga kepada para medis, namun kenyataan pahit setelah operasi menyerangnya. Xiaoye kehilangan pankreas, duodenum, bagian usus halus, kantong empedu, serta dua pertiga lambungnya.

Hidupnya berubah drastis karena ia hanya dapat bergantung pada nutrisi intraverna. Berat badannya terus menurun dan kondisi bilirrubinnya meningkat drastis.

Perubahan perilaku juga dirasakan oleh sang ibu, ia menjadi pendiam dan hampir tidak berbicara, lalu menghabiskan hari-harinya di ranjang rumah sakit sepanjang hari.

 

Kesalahan Terungkap

 

Pada Desember 2023, laporan forensik dari lembaga pihak ketiga mengatakan bahwa perawatan medis di rumah sakit tersebut memiliki kesalahan signifikan, yang secara langsung mengakibatkan cedera parah.

Kesalahan fatal itu membuka penyelidikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Chengwu pada bulan Mei, dan menemukan kelalaian dalam prosedur operasi, termasuk prosedur konsultasi pra-operasi yang tidak memadai dari berbagai departemen.

Persetujuan pengangkatan organ dikarenakan ibunya merasa ditekan dan adanya ancaman yang akan menuduh telah menghalangi perawatan yang dilakukan mereka jika menolak.

Organ yang diangkat bertambah dari bagian usus halus dan kantong empedu. Mereka mengeluarkan dua pertiga lambung putranya yang hanya menyisakan 50 sentimeter usus besar.

Rumah sakit diketahui telah memberikan kompensasi kepada keluarganya sebesar 200.000 yuan (sekitar Rp450 juta). Tetapi jumlahnya jauh lebih kecil dibanding biaya medis yang dibutuhkan untuk perawatan lanjutan.

 

Ketabahan seorang Ibu

Ibunya berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan pengobatan ke kota lain dengan para spesialis yang handal. Operasi transplantasi dianggap menjadi pilihan yang tepat, tetapi peluang menemukan organ yang cocok sangat kecil dan kebutuhan obat akan menjadi beban finansial yang besar.

Sang ibu yang mendengar saran dan dampak bagi keluarganya menjadi sedih, ia tetap berusaha untuk mengungkap kejahatan dibalik tangan-tangan medis malapraktik.

"Kami melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkannya. Kami ingin mengakses catatan pengawasan bedah untuk mengungkap kebenaran bagi putra saya," ungkapnya.

Tidak hanya membuatnya hampir menyerah, di tengah ketidakpastian keluarga, Xiaoye melontarkan pertanyaan yang menyayat perasaannya.

"Putra saya sering bertanya seperti ini, 'Bu, aku tidak bisa makan atau minum. Apa arti hidup?'"