Netanyahu: Penyeberangan Rafah Tetap Ditutup hingga Hamas Serahkan Jenazah Sandera

Netanyahu menyebut, pembukaan kembali satu-satunya gerbang keluar-masuk utama bagi warga Gaza itu akan bergantung pada penyerahan jenazah sandera oleh Hamas.

Diterbitkan 19 Oktober 2025, 16:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa penyeberangan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut. Ia menyebut, pembukaan kembali satu-satunya gerbang keluar-masuk utama bagi warga Gaza itu akan bergantung pada penyerahan jenazah sandera oleh Hamas.

Pernyataan Netanyahu ini disampaikan pada Sabtu (18/10/2025), tak lama setelah Kedutaan Besar Palestina di Mesir mengumumkan rencana pembukaan kembali penyeberangan Rafah pada Senin mendatang untuk mengizinkan bantuan dan warga masuk ke Gaza.

Sementara itu, Hamas mengatakan pihaknya akan menyerahkan dua jenazah sandera tambahan pada pukul 22.00 waktu setempat, sehingga total 12 dari 28 jenazah telah dikembalikan kepada Israel berdasarkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran sandera yang dimediasi Amerika Serikat pekan lalu.

Namun, proses pemulangan jenazah ini kembali menegaskan kerapuhan kesepakatan gencatan senjata, yang masih diwarnai ketegangan dan perbedaan pandangan antara kedua pihak. Perselisihan tersebut juga berpotensi menggoyahkan rencana perdamaian 20 poin yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang berkepanjangan itu.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Hamas telah membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup setelah dua tahun ditahan, dengan imbalan pembebasan hampir 2.000 tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel. Namun, Israel menuding Hamas terlalu lambat menyerahkan jenazah sandera yang masih mereka tahan.

Hingga kini, kelompok militan tersebut baru mengembalikan 10 dari 28 jenazah, dengan alasan sebagian jenazah masih sulit ditemukan di tengah kehancuran besar di Gaza akibat perang.

Sesuai kesepakatan, Israel juga berkewajiban menyerahkan 360 jenazah militan Palestina sebagai bagian dari pertukaran dengan jenazah sandera Israel. Sejauh ini, Israel telah menyerahkan 15 jenazah Palestina untuk setiap jenazah Israel yang diterimanya.

Penyeberangan Rafah sendiri telah ditutup sejak Mei 2024, kecuali untuk keperluan terbatas. Dalam perjanjian gencatan senjata terakhir, Israel sepakat untuk meningkatkan aliran bantuan kemanusiaan ke Gaza, wilayah yang dilaporkan mengalami krisis kelaparan parah pada Agustus lalu menurut laporan IPC, pemantau kelaparan global.

 

Izin Bantuan Masuk Gaza

Setelah sempat memutus semua pasokan selama 11 minggu pada Maret, Israel mulai kembali mengizinkan bantuan masuk pada Juli, dan intensitasnya meningkat setelah gencatan senjata diberlakukan.

Meski begitu, Program Pangan Dunia PBB (WFP) mencatat bahwa rata-rata hanya sekitar 560 ton makanan per hari yang berhasil masuk ke Gaza — jumlah yang masih jauh di bawah kebutuhan jutaan warga di wilayah tersebut.

Sementara itu, tantangan besar bagi rencana perdamaian Trump masih menggantung. Isu-isu utama seperti pelucutan senjata Hamas, siapa yang akan memerintah Gaza, pembentukan “pasukan stabilisasi” internasional, serta langkah konkret menuju pembentukan negara Palestina masih belum menemukan kesepakatan.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya diplomatik besar dari berbagai pihak, jalan menuju perdamaian antara Israel dan Palestina masih panjang dan penuh ketidakpastian.