Pria China Menang Rp231 Juta Usai Berhasil 70 Hari Bertahan Hidup di Hutan

Aksi ekstrem ini membuatnya memenangkan hadiah sebesar 100.000 yuan atau sekitar Rp231 juta.

Diterbitkan 07 Oktober 2025, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Seorang pria asal China tengah menjadi sorotan publik usai berhasil bertahan hidup selama 70 hari di hutan belantara hanya dengan peralatan sederhana, termasuk perangkap buatan sendiri untuk menangkap tikus dan serangga.

Aksi ekstrem ini membuatnya memenangkan hadiah sebesar 100.000 yuan atau sekitar Rp231 juta.

Kompetisi bertajuk Qixing Mountain Cup Jungle Survival Challenge itu digelar di kawasan pegunungan Zhangjiajie, Provinsi Hunan, yang terkenal dengan lanskap curam dan satwa langka, dilansir dari SCMP, Selasa (7/10/2025).

Acara tersebut diselenggarakan oleh perusahaan pariwisata lokal dan komunitas petualangan alam.

Sebanyak 100 peserta dari seluruh China diterjunkan ke hutan terpencil hanya dengan membawa sebilah pisau dan sebatang bambu.

Mereka harus bertahan hidup tanpa pasokan dari luar selama dua bulan penuh. Seluruh tantangan ini disiarkan langsung di media sosial Tiongkok.

Menjelang akhir kompetisi, sepuluh peserta tersisa menerima 200 gram garam dan satu mangkuk logam untuk bertahan di sisa hari. Setiap peserta yang berhasil bertahan selama 30 hari mendapat hadiah 6.666 yuan (sekitar Rp15 juta).

Berhasil Beratahan Hidup

Pada 22 September, seorang pria  bernama Yang Dongdong (33) berhasil meraih juara usai bertahan hidup selama 70 hari di hutan liar.

Begitu masuk hutan, Yang langsung membangun tempat berlindung di atas bukit dengan bahan alami seperti rumput kering, rotan, bambu, dan batu.

Ia bahkan memintal benang dari bajunya menjadi tali dan membuat bangku kecil dari kayu.

Untuk mencari makan, ia membuat keranjang bambu guna menangkap ikan dan kepiting serta mencari tumbuhan dan buah liar.

Tak hanya itu, Yang juga membuat perangkap sederhana untuk menangkap tikus dan serangga.

Meski sempat muntah beberapa kali karena salah makan tumbuhan, ia tetap bertahan hidup.

"Saat makanan langka, rasa cemas muncul, tapi saya harus memastikan tubuh mendapat cukup protein dan vitamin," ujarnya.

Suhu dingin menjadi tantangan terberat, terutama saat malam hari yang bisa turun di bawah 10 derajat Celsius.

Ia juga harus menghadapi hujan deras, jalur licin, dan ular. Untuk bertahan, Yang menutup tempat tinggalnya dengan pakis dan membuat api dari kayu.

Saat diumumkan sebagai pemenang, Yang tengah duduk di dekat api unggun.

Ia langsung mengangkat tangannya dan berteriak kegirangan.

"Aku berhasil melewatinya!" serunya.

 

Kondisi Kesehatan

Ketika meninggalkan hutan, ia membawa jahe, buah, sayuran liar, serta perangkap buatannya. Media lokal Jimu News melaporkan bahwa berat badannya turun lebih dari 15 kilogram selama tantangan, tetapi kondisi kesehatannya tetap normal.

Diketahui, Yang bekerja sebagai peternak lebah dan juga memiliki saham di perusahaan perencana pernikahan.

Kecintaannya pada alam muncul sejak kecil karena sering berburu bersama kakeknya.

"Sewaktu kecil, saya sering ikut kakek berburu di pegunungan. Dari situlah saya belajar membuat keranjang dan memasang perangkap," kata Yang.

Kini, ia berencana membagikan pengalaman dan pengetahuan bertahan hidupnya di media sosial untuk menginspirasi lebih banyak orang menjelajahi alam.

Jadi Sorotan

Aksinya menuai pujian dari warganet.

Melihat Yang makan protein sementara yang lain hanya makan tumbuhan, saya sudah yakin dia bakal jadi juara. Salut untuk petualang sejati ini," tulis seorang waganet.

"Yang datang dengan niat menaklukkan alam, tapi pulang dengan rasa hormat yang dalam terhadapnya," tambah warganet lain.