Mantan PM Thaksin Shinawatra Tinggalkan Thailand Jelang Putusan MA, Kabur?

Kasus apa yang menjerat Thaksin? Berikut penjelasannya.

Diperbarui 05 September 2025, 18:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bangkok - Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra (76) meninggalkan negara itu dengan jet pribadinya pada Kamis (4/9/2025), hanya beberapa hari sebelum putusan pengadilan yang bisa membuatnya dipenjara. Kepergiannya memicu spekulasi bahwa dia mungkin tidak akan kembali untuk menghadapi vonis.

Langkah Thaksin terjadi sehari sebelum parlemen Thailand memilih Anutin Charnvirakul sebagai perdana menteri baru pada Jumat (5/9).

Thaksin sebelumnya menghabiskan belasan tahun hidup di pengasingan setelah digulingkan melalui kudeta militer pada 2006. Putrinya, Paetongtarn Shinawatra, yang tahun lalu mencatat sejarah menjadi perdana menteri termuda Thailand, dicopot dari jabatan seminggu lalu setelah menjalani penyelidikan etika.

Selama seperempat abad terakhir, Thaksin membangun salah satu dinasti politik paling berpengaruh di Thailand, di mana kandidat yang berafiliasi dengannya hampir selalu memenangkan pemilu sejak 2001. Namun, dinasti itu sejak lama ditentang kalangan konservatif dan monarki yang berkuasa, yang kerap menjatuhkan pemerintahan keluarga Shinawatra dengan dukungan militer dan pengadilan.

Jet Pribadi Menuju Dubai via Singapura

Dalam unggahan di media sosial pada Jumat pagi, Thaksin menyebut berniat ke Singapura untuk pemeriksaan kesehatan namun tertahan di imigrasi Thailand selama beberapa jam.

Menurut keterangan polisi, jet pribadinya lepas landas dari Bandara Don Mueang Bangkok setelah pukul 19.00 waktu setempat, usai pihak imigrasi mengonfirmasi tidak ada perintah pengadilan yang melarangnya pergi.

Ribuan warga Thailand memantau data pelacakan penerbangan yang menunjukkan pesawat Bombardier Global 7500 bernomor T7GTS milik Thaksin awalnya menuju Singapura, lalu berbelok ke barat dan berputar beberapa kali sebelum mengarah ke India.

Thaksin mengatakan pilot mengubah rute ke Dubai setelah diberitahu bahwa sudah terlambat untuk mendarat di Bandara Seletar Singapura, yang tutup pukul 22.00 waktu setempat.

"Karena sudah tidak memungkinkan untuk mendarat di Singapura, saya memutuskan meminta pilot mengubah arah ke Dubai karena di Dubai saya memiliki dokter ortopedi dan dokter paru langganan," tulis Thaksin di platform media sosial X.

"Saat menunggu izin dari Bandara Dubai, pilot harus berputar cukup lama hingga izin diberikan, lalu melanjutkan penerbangan ke Dubai."

Thaksin menegaskan dirinya berniat kembali ke Thailand untuk mendengar putusan Mahkamah Agung pada 9 September.

Penjara Masih Menanti Thaksin?

Spekulasi berkembang bahwa Thaksin mungkin tidak akan kembali.

Setelah digulingkan pada 2006, dia menghabiskan 15 tahun hidup di pengasingan di Dubai dan tempat lain untuk menghindari hukuman penjara atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi, yang dia klaim bermotif politik.

Namun bagaimanapun, mantan pemilik klub sepak bola Manchester City itu tetap berpengaruh dalam politik dari luar negeri. Adiknya, Yingluck Shinawatra, memimpin pemerintahan hingga dicopot lewat putusan pengadilan, disusul kudeta militer 2014. Sementara itu, iparnya juga sempat menjabat perdana menteri.

Pada 2023, Thaksin kembali ke Thailand dan langsung ditahan untuk menjalani hukuman penjara 8 tahun terkait vonis in absentia. Raja Maha Vajiralongkorn kemudian mengurangi hukumannya menjadi satu tahun, sebelum dia dibebaskan bersyarat enam bulan kemudian.

Meski demikian, Thaksin tidak pernah mendekam di sel penjara. Dia justru menjalani masa hukumannya di sebuah suite di Police General Hospital Bangkok.

Hal ini menimbulkan pertanyaan soal perlakuan khusus dan Mahkamah Agung pada Selasa (9/9) akan memutuskan apakah masa perawatannya di rumah sakit dihitung sebagai masa hukuman. Jika tidak, Thaksin bisa kembali masuk penjara.

Banyak analis menilai Thaksin mungkin telah mencapai kesepakatan dengan kalangan konservatif dan monarki berpengaruh, dengan imbalan pengurangan hukuman atau kemungkinan pengampunan. Thaksin membantah hal itu.

Baru-baru ini, Thaksin juga lolos dari kasus lese majeste yang bisa membuatnya dipenjara hingga 15 tahun.