Xi Jinping dan Putin Tertangkap Basah Bahas soal Transplantasi Organ dan Hidup Abadi

Baik Xi Jinping dan Putin saat ini sama-sama berusia 72 tahun.

Diterbitkan 04 September 2025, 12:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Presiden China Xi Jinping pada Rabu (3/9/2025), tanpa sengaja terekam mikrofon ketika berbincang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tentang kemungkinan manusia hidup hingga usia 150 tahun.

Percakapan antara Xi Jinping dengan rekan-rekannya dari Rusia dan Korea Utara tertangkap dalam siaran video langsung ketika mereka berjalan berdampingan menuju panggung kehormatan untuk menyaksikan parade militer di Lapangan Tiananmen. Parade itu digelar untuk memperingati 80 tahun Kemenangan Perang Rakyat China Melawan Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia, yang secara resmi merujuk pada berakhirnya Perang Dunia II.

Momen percakapan ini terjadi tepat setelah sesi foto bersama para pemimpin dunia. Seusai foto, Xi Jinping, Putin, dan Kim Jong Un memimpin rombongan menuju tempat duduk mereka, sambil bercakap-cakap melalui penerjemah.

Mengutip CNN, meski audio terdengar putus-putus, namun pada awalnya Xi Jinping bisa terdengar mengatakan kepada Kim Jong Un dalam bahasa Mandarin, "Saya juga sangat senang. Sudah lama sekali sejak terakhir kita bertemu."

Kim Jong Un menjawab melalui penerjemah bahwa sudah enam tahun sejak mereka terakhir kali berjumpa.

Kemudian Xi Jinping terdengar mengatakan, "Sekarang orang-orang berusia 70-an masih tergolong muda."

Dalam rekaman gambar sudut lebar yang membuat sulit membedakan siapa yang sedang berbicara, seorang penerjemah Rusia terdengar menyampaikan ucapan Xi Jinping kepada Putin, "Dulu orang jarang hidup melewati usia 70, tetapi kini pada usia 70 tahun…" suara samar, namun kalimat ini diakhiri dengan ungkapan yang terdengar seperti "…masih anak-anak", seolah menegaskan bahwa usia 70 kini dianggap masih muda.

Transplantasi Organ dan Hidup Abadi

Beberapa saat kemudian, saat mereka berjalan menaiki lereng menuju Gerbang Tiananmen, seorang penerjemah bahasa Mandarin—yang diduga menerjemahkan ucapan Putin—terdengar mengatakan kepada Xi Jinping, "Dalam beberapa tahun, dengan perkembangan bioteknologi, organ manusia dapat terus ditransplantasi, sehingga seseorang bisa tetap awet muda, bahkan berpotensi hidup abadi."

Xi Jinping kemudian menuturkan, "Ada prediksi bahwa pada abad ini manusia bisa hidup hingga 150 tahun."

Penerjemah Rusia menyampaikan itu kepada Putin, kurang lebih mengulang kalimat yang sama, "Ada prediksi bahwa di zaman kita, orang akan hidup hingga 150 tahun."

Putin kemudian membenarkan kepada wartawan bahwa dia dan Xi Jinping memang membicarakan kemungkinan manusia hidup hingga usia 150 tahun.

"Berbagai metode penyembuhan modern, perawatan medis, hingga teknik bedah yang berkaitan dengan penggantian organ membuat umat manusia bisa berharap bahwa kehidupan aktif akan berlangsung lebih lama dibandingkan sekarang," ujarnya. "Memang, rata-rata usia harapan hidup berbeda di tiap negara, namun tetap saja, angka tersebut akan meningkat secara signifikan."

Dari Kekuasaan Seumur Hidup hingga Dinasti Keluarga

Baik Xi Jinping maupun Putin hingga saat ini belum menunjuk penerus yang jelas.

Xi Jinping, pemimpin paling berkuasa di China sejak Mao Zedong, kembali diangkat sebagai presiden untuk masa jabatan lima tahun pada 2023 oleh lembaga legislatif China yang bersifat seremonial. Sebelumnya, pada 2018, lembaga tersebut menghapus batas masa jabatan presiden melalui pemungutan suara formal, sehingga secara efektif membuka jalan bagi Xi Jinping untuk berkuasa seumur hidup. Tidak ada pemimpin China lain yang pernah menjabat kepala negara lebih dari 10 tahun, termasuk pendiri Republik Rakyat China, Mao Zedong.

Selama masa kepemimpinannya, Xi Jinping berhasil memperluas kendali Partai Komunis atas negara sekaligus memperkuat cengkeraman pribadi atas partai tersebut.

Sementara itu, Putin telah memasuki dekade ketiga kekuasaannya di Rusia. Dia dengan mudah meraih masa jabatan kelima pada tahun lalu. Pada 2020, dia menggelar referendum untuk mengubah konstitusi, yang memberinya peluang tetap berkuasa hingga 2036.

Berbeda dengan Xi Jinping dan Putin, Kim Jong Un yang masih berusia 41 tahun dinilai cukup muda untuk memimpin Korea Utara selama beberapa dekade ke depan. Namun, pada Rabu di Beijing, dia justru memicu spekulasi tentang suksesi setelah seorang perempuan remaja—yang diyakini sebagai putrinya, Kim Ju Ae—terlihat berjalan di belakangnya.

Korea Utara sendiri telah diperintah oleh keluarga Kim sejak berdirinya negara itu pada 1948. Kepemimpinan diwariskan dari Kim Il Sung kepada putranya Kim Jong Il pada 1994, lalu kepada Kim Jong Un ketika Kim Jong Il meninggal dunia pada 2011.

Mengingat kuatnya tradisi dinasti keluarga tersebut, kemunculan publik putri Kim Jong Un menimbulkan pertanyaan apakah dia disiapkan sebagai penerus. Namun, sejumlah pengamat berpendapat bahwa kemungkinan besar dua anak Kim Jong Un lainnya yang akan dipilih sebagai pewaris kekuasaan, sementara penampilan publik bersama putrinya diduga bermaksud untuk membangun citranya sebagai figur pemimpin yang dekat dengan keluarga.