Liputan6.com, Washington D.C - Seorang pria berusia 92 tahun akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti memperkosa dan membunuh seorang janda 75 tahun dalam kasus yang baru terpecahkan setelah hampir enam dekade.
Ryland Headley, kala itu berusia 34 tahun, menyerang Louisa Dunne di rumah korban di Easton, Bristol, pada 28 Juni 1967. Dunne ditemukan tak bernyawa di ruang tamunya oleh seorang tetangga. Ahli patologi memastikan penyebab kematiannya adalah asfiksia akibat pencekikan dan tekanan pada mulutnya.
Hakim Sweeting di Pengadilan Mahkota Bristol menyebut serangan itu "kejam dan brutal". Ia menegaskan Headley, yang berasal dari Ipswich, Suffolk, sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya, dikutip dari BBC, Rabu (3/9/2025).
Advertisement
"Korban adalah perempuan tua yang rapuh, tinggal seorang diri. Anda memperlakukannya hanya sebagai sarana untuk memuaskan keinginan Anda," ujar hakim.
"Pelanggaran atas rumah, tubuh, dan nyawanya adalah tindakan biadab seorang pria bejat. Anda mungkin tidak berniat membunuh, tetapi Anda dengan sadar memperkosanya dan menyerangnya secara brutal."
Kesaksian Keluarga Korban
Mary Dainton, cucu Louisa Dunne yang kini berusia 78 tahun, memberikan pernyataan di persidangan. Ia mengaku masih merasakan luka mendalam akibat tragedi tersebut.
"Kasus ini meninggalkan kehancuran yang begitu luas," katanya.
"Saya harus berbicara mewakili mereka yang sudah tiada. Ada stigma besar terkait pemerkosaan dan pembunuhan. Hidup saya berubah, saya merasa sedih dan lelah, bahkan hubungan saya dengan orang-orang terdekat ikut terpengaruh."
Dainton menambahkan, "Saya sangat sedih karena orang-orang yang dulu mengenal dan mencintai Louisa tidak bisa menyaksikan keadilan ini ditegakkan."
Terpecahkan Berkat Forensik Modern
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2358749/original/070880200_1536904477-afpprison.jpg)
Kasus ini sempat menjadi salah satu misteri pembunuhan tak terpecahkan terlama di Inggris. Pada 2023, Tim Peninjau Kejahatan Besar Kepolisian Avon dan Somerset meneliti kembali arsip kasus lama. Mereka menemukan rok yang dikenakan Dunne saat kejadian, lalu mengirimnya untuk uji forensik.
Hasilnya, profil DNA lengkap berhasil diperoleh dan menunjukkan kecocokan sempurna dengan Headley.
Investigasi juga mengungkap bahwa pada Oktober 1977, Headley pernah dihukum karena memperkosa dua perempuan lanjut usia setelah membobol rumah mereka di malam hari—modus yang mirip dengan kasus pembunuhan Dunne.
Pernyataan Polisi
Detektif Inspektur Dave Marchant, petugas investigasi senior kepolisian, menyatakan bahwa vonis ini akhirnya membawa keadilan bagi korban.
“Ryland Headley akhirnya bertanggung jawab atas kejahatan mengerikan yang dilakukannya terhadap Louisa pada 1967,” ujarnya. “Dampak kejahatan ini begitu besar, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan juga kota Bristol.”
Marchant juga memuji keberanian Mary Dainton. “Ia menunjukkan keteguhan luar biasa selama proses penyelidikan dan persidangan,” tambahnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5337415/original/013527200_1756894456-Screenshot_2025-09-03_171310.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)