Imbas Perselisihan Diplomatik, Kedubes Inggris di Ibu Kota Mesir Tutup Sementara

Dengan penutupan ini, apakah layanan konsuler di Kedutaan Besar Inggris di Kairo terdampak?

Diterbitkan 01 September 2025, 14:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kairo - Inggris menutup sementara kedutaannya di Kairo setelah pihak berwenang Mesir mencabut penghalang keamanan di luar gedung tersebut. Penutupan ini dilakukan di tengah ketegangan diplomatik yang dipicu penangkapan seorang aktivis pro-pemerintah Mesir di London.

Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan gedung utama kedutaan di Distrik Garden City, Kairo, akan tetap ditutup selama dampak dari perubahan ini ditinjau. Namun, pihaknya menegaskan bahwa kedutaan tetap beroperasi dan layanan konsuler berjalan normal.

BBC melaporkan bahwa pemerintah Inggris kini terus berkomunikasi dengan otoritas Mesir mengenai keamanan kedutaan dan keselamatan stafnya.

Kementerian Luar Negeri Inggris juga telah menyediakan nomor darurat di laman nasihat perjalanan untuk Mesir. Halaman tersebut tidak melarang perjalanan ke Kairo, namun tetap memperingatkan agar warga Inggris tidak bepergian ke beberapa wilayah tertentu karena alasan keamanan.

Kedutaan Inggris di Kairo pernah mengalami penutupan sementara sebelumnya, masing-masing pada 2013 dan 2014, dengan alasan keamanan yang berbeda.

Latar Belakang Ketegangan Diplomatik

Ketegangan bermula pekan lalu ketika Ahmed Abdel Qader, seorang aktivis pro-pemerintah Mesir dan pimpinan kelompok Union of Egyptian Youth Abroad, ditangkap di London. Dia disebut terlibat konfrontasi dengan pengunjuk rasa pro-Palestina yang beraksi di depan Kedutaan Besar Mesir.

Para demonstran menuduh pemerintah Mesir ikut memperburuk blokade Gaza dengan menutup perlintasan Rafah, satu-satunya pintu darat Gaza yang tidak dikuasai Israel, sehingga bantuan kemanusiaan terhambat. Abdel Qader kemudian dibebaskan tidak lama setelah penangkapannya.

Penangkapan ini memicu kemarahan di Mesir. Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty, dilaporkan menelepon Penasihat Keamanan Nasional Inggris Jonathan Powell untuk meminta penjelasan. Dia menegaskan bahwa Mesir memiliki hak untuk merespons dan melakukan timbal balik terhadap negara yang gagal melindungi Kedutaan Besar Mesir, sebagaimana diatur dalam Konvensi Wina.

Sejumlah tokoh politik di Mesir kemudian mendesak agar penghalang keamanan di sekitar Kedutaan Inggris dicabut sebagai bentuk protes. Otoritas Mesir pun menindaklanjuti desakan itu dengan membongkar barikade besar yang sudah puluhan tahun dipasang di sekitar Kedutaan Inggris dan Amerika Serikat.

Barikade tersebut sebelumnya dikritik karena dianggap mengganggu lalu lintas di kawasan tersebut.