Diintip Tukang Pembersih Kaca Bangunan Hotel Saat Sedang Tidur, Wanita di China Alami Depresi

Bagaimana respons pihak hotel usai mengetahui kejadian ini?

Diterbitkan 28 Agustus 2025, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Kisah malang seorang wanita di Chengdu, China, memantik perdebatan panas di usai terlihat oleh petugas pembersih kaca saat sedang tertidur pulas.

Sang suami melaporkan bahwa istrinya mengalami depresi dan gangguan kecemasan setelah insiden di hotel mewah yang ditempati mereka.

Insiden tersebut terjadi pada April 2025. Namun menurut pria bernama Cheng, istrinya terus menderita depresi dan kecemasan hingga sekarang, dilansir dari Oddity Central, Kamis (28/8/2025)

Pasangan ini menyewa unit hotel di sebuah kompleks mewah di Chengdu, Provinsi Sichuan, dengan biaya 10.000 (Rp22 juta) per bulan.

Saat awal menyewa, Cheng sudah meminta agar pihak manajemen memberi tahu sebelum dilakukan pembersihan kaca luar. Ia mengaku sudah menyampaikan hal itu ke resepsionis, ke pengurus apartemen, bahkan di grup chat penghuni.

Tapi suatu pagi, dua pekerja tiba-tiba muncul di jendela kamar mereka, membuat sang istri terkejut karena saat itu ia sedang tidur tanpa busana.

Respons Pihak Hotel

Usai kejadian tersebut, gangguan mental yang dialami istrinya belum membaik.

"Hampir empat bulan berlalu, dan dokter mendiagnosis istri saya mengalami depresi serta kecemasan," tulis Cheng di media sosial.

Cheng pun meminta tanggung jawab kepada pihak apartemen terkait insiden ini.

"Saya sudah menuntut permintaan maaf terbuka dan kompensasi yang layak dari pihak apartemen, tapi mereka menolak. Sejak awal kejadian, mereka hanya mengirim orang membawa buah untuk minta maaf. Setelah itu, selama lebih dari tiga bulan, mereka sama sekali tidak peduli dengan kondisi istri saya," tambahnya.

Saat kejadian, sang istri diketahui tidur tanpa busana di ranjangnya, sementara gorden kamar tidak ditutup. Ketika dua pembersih kaca muncul di jendela dan melihatnya, hal itu membuatnya sangat terpukul hingga depresi.

Kini istri Cheng meminta kompensasi dari pihak manajemen apartemen, namun sejauh ini yang ditawarkan hanya potongan sewa 600 yuan (Rp1 juta) di kontrak berikutnya. Mengingat biaya sewa bulanan mereka 10.000 yuan, tawaran itu jelas membuat mereka kecewa.

Kasus ini memicu perdebatan panas di media sosial Tiongkok. Sebagian orang menyalahkan manajemen apartemen karena tidak memberi tahu penghuni sebelum pembersihan kaca dilakukan.

Tapi ada juga yang menilai kesalahan ada pada sang istri karena tidur tanpa menutup gorden. Bahkan ada warganet yang berseloroh, para pembersih kaca justru berada dalam bahaya, sebab kaget melihat pemandangan itu bisa saja membuat mereka jatuh dari gedung.