Bos Militer Israel: Kami Akan Terus Serang Gaza Sampai Hamas Kalah

Bagaimana respons Hamas terkait pernyataan bos militer Israel?

Diterbitkan 18 Agustus 2025, 14:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gaza - Panglima militer Israel, Eyal Zamir, pada Minggu (17/8/2025) menyatakan bahwa pihaknya akan segera memulai serangan baru untuk merebut Kota Gaza -- kawasan perkotaan terbesar di Jalur Gaza -- meski berbagai peringatan internasional telah disuarakan mengenai dampaknya terhadap wilayah yang sudah porak-poranda tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Zamir saat melakukan kunjungan lapangan ke Jalur Gaza. Dalam kesempatan tersebut, ia berdiskusi dengan para komandan senior dan memaparkan rencana tahap berikutnya dalam operasi militer, dikutip dari laman 

"Dalam waktu dekat, kami akan memasuki fase selanjutnya dari Operasi Gideon’s Chariots," ujarnya, merujuk pada operasi yang dimulai kembali pada Maret lalu setelah gencatan senjata berakhir.

Zamir menegaskan bahwa militer Israel akan terus meningkatkan tekanan terhadap Hamas di Kota Gaza hingga kelompok itu benar-benar dikalahkan.

"Kami akan mengerahkan seluruh kemampuan, baik dari darat, udara, maupun laut," katanya.

Ia juga menekankan bahwa militer memiliki "kewajiban moral" untuk memulangkan para sandera yang masih ditahan di Gaza, baik dalam kondisi hidup maupun meninggal dunia.

 

Tolak Rencana Israel

Sehari sebelumnya, Israel mengumumkan rencana relokasi besar-besaran bagi warga Kota Gaza. Badan Kementerian Pertahanan Israel yang menangani urusan kemanusiaan, COGAT, mengatakan telah mulai mendistribusikan tenda bagi penduduk sipil sebagai persiapan memindahkan mereka ke Gaza bagian selatan.

Hamas menolak rencana tersebut dan mengecamnya sebagai "gelombang baru genosida dan pengungsian" terhadap ratusan ribu warga sipil.

Sementara itu, otoritas kesehatan Gaza melaporkan bahwa sejak 7 Oktober 2023, ketika serangan mematikan Hamas terhadap Israel memicu perang, sedikitnya 61.944 warga Palestina tewas dan 155.886 lainnya terluka akibat serangan Israel.

Kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Pada Minggu, otoritas kesehatan setempat mengungkapkan bahwa kelaparan semakin meluas. Rumah sakit melaporkan tujuh kematian baru dalam 24 jam terakhir, termasuk dua anak-anak, akibat kelaparan dan malnutrisi. Total korban jiwa akibat kelaparan kini mencapai 258 orang, dengan 110 di antaranya anak-anak.