Korban Banjir Bandang di Texas Jadi Lebih dari 100 Orang

Banyak di antara korban tewas adalah anak-anak yang sedang mengikuti perkemahan musim panas.

Diperbarui 08 Juli 2025, 08:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang melanda Texas selama akhir pekan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) melewati angka 100 pada Senin (7/7/2025) waktu setempat, sementara tim pencari dan penyelamat terus menyusuri sungai yang meluap dan menggunakan alat berat untuk mengurai tumpukan pohon sebagai bagian dari operasi besar-besaran mencari orang hilang.

Otoritas yang memimpin pencarian korban banjir mengatakan mereka akan menunggu hingga operasi pencarian selesai sebelum menjawab pertanyaan tentang peringatan cuaca dan mengapa beberapa perkemahan musim panas tidak dievakuasi sebelum banjir yang menewaskan sedikitnya 104 orang itu terjadi.

Para pejabat berbicara hanya beberapa jam setelah pengelola Camp Mystic — perkemahan musim panas Kristen khusus perempuan yang telah berusia seabad di wilayah Texas Hill Country — mengumumkan bahwa mereka kehilangan 27 peserta dan pembina akibat banjir. Pejabat Kerr County mengatakan pada Senin bahwa 10 peserta dan satu pembina masih belum ditemukan.

Menurut para pejabat, tim evakuasi telah menemukan jenazah 84 orang, termasuk 28 anak-anak, di wilayah tempat Camp Mystic dan beberapa perkemahan musim panas lainnya berada.

Dengan hujan tambahan yang diperkirakan turun, banjir lanjutan masih mengancam wilayah Texas tengah yang tanahnya sudah tidak mampu menyerap air lagi. Pihak berwenang mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan besar akan terus bertambah. Demikian seperti dilansir AP.

Penyelidikan soal Peringatan

Banjir bandang yang mengamuk — salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir di AS — menghantam kamp dan rumah di sepanjang tepian Sungai Guadalupe sebelum fajar pada Jumat (4/7). Banjir itu menyeret orang-orang yang sedang tidur dari kabin, tenda, dan trailer mereka, jauh menyusuri aliran Sungai Guadalupe bersama batang-batang pohon dan mobil yang mengapung. Beberapa korban selamat ditemukan bertahan hidup dengan cara bergelantungan di pohon.

Tumpukan pohon yang terpelintir, bercampur dengan kasur, kulkas, dan kotak pendingin, memenuhi tepi sungai pada Senin. Di antara puing-puing itu terdapat benda-benda yang menjadi pengingat akan hal-hal yang menarik banyak orang ke perkemahan dan kabin di Hill Country — sebuah bola voli, kano, dan potret keluarga.

Di antara korban tewas yang telah dikonfirmasi terdapat sepasang saudari kembar berusia 8 tahun dari Dallas yang berada di Camp Mystic serta seorang mantan pelatih sepak bola dan istrinya yang sedang menginap di rumah di tepi sungai. Anak-anak perempuan pasangan itu masih belum ditemukan.

Pihak berwenang menegaskan bahwa salah satu langkah berikutnya adalah menyelidiki apakah peringatan yang dikeluarkan sudah cukup dan mengapa beberapa perkemahan tidak dievakuasi atau dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi padahal lokasi tersebut sudah lama dikenal rawan banjir, bahkan oleh sebagian warga lokal disebut sebagai "jalur banjir bandang".

Penyelidikan itu akan mencakup peninjauan bagaimana peringatan cuaca dikirimkan dan diterima. Salah satu tantangannya, menurut Manajer Kota Kerrville Dalton Rice, adalah bahwa banyak perkemahan dan kabin berada di lokasi dengan layanan sinyal ponsel yang buruk.

"Kami tentu ingin menyelidiki semua hal itu," kata dia. "Kami menantikan untuk melakukannya setelah pencarian dan penyelamatan selesai."

Â