Israel Tangkap Lebih dari 60 Anggota Hamas dalam Operasi Besar di Tepi Barat

Penangkapan ini disebut sebagai salah satu operasi penangkapan terbesar terhadap jaringan Hamas di Tepi Barat dalam beberapa tahun terakhir.

Diperbarui 06 Juli 2025, 17:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet, mengumumkan pada Minggu (29/6/2025) bahwa mereka telah menangkap lebih dari 60 anggota Hamas dalam beberapa bulan terakhir.

Penangkapan ini disebut sebagai salah satu operasi penumpasan terbesar terhadap jaringan Hamas di Tepi Barat dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pernyataannya, Shin Bet menjelaskan bahwa selama tiga bulan terakhir, operasi gabungan bersama IDF (militer Israel) dan kepolisian berhasil membongkar “infrastruktur Hamas yang signifikan, kompleks, dan berskala besar” di Hebron.

Para anggota jaringan ini diduga tengah merencanakan berbagai jenis serangan dalam waktu dekat.

“Ini merupakan penyelidikan terbesar dan paling rumit yang pernah dilakukan Shin Bet di wilayah Yudea dan Samaria dalam satu dekade terakhir,” ujar seorang pejabat senior Shin Bet, merujuk pada kawasan Tepi Barat.

Hasil interogasi terhadap para tersangka mengungkap bahwa para petinggi Hamas di wilayah Hebron -- yang sebagian besar pernah dipenjara oleh Israel -- aktif merekrut, mempersenjatai, dan melatih anggota baru Hamas. Mereka mempersiapkan serangan penembakan dan pemboman yang menargetkan sasaran-sasaran Israel.

Shin Bet juga menyebut bahwa kelompok ini melakukan latihan menembak, mengumpulkan informasi intelijen terkait target Israel, memproduksi bahan peledak, dan merakit bom rakitan.

Semua aktivitas itu dilakukan untuk melancarkan serangan besar atas nama Hamas, baik di Tepi Barat maupun di wilayah Israel.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada serangan besar yang berhasil mereka laksanakan. Namun beberapa orang yang ditangkap diketahui pernah terlibat dalam aksi penembakan mematikan hampir 15 tahun silam.

Operasi ini menunjukkan bagaimana Israel terus berupaya menekan aktivitas kelompok Hamas di wilayah pendudukan Tepi Barat, di tengah tensi yang masih tinggi dan potensi konflik yang selalu mengintai.