Serangan Iran Kena Rumah Sakit, Menteri Israel: Khamenei Tak Boleh Dibiarkan Hidup

Apakah serangan Iran yang mengenai rumah sakit memicu korban? Berikut selengkapnya!

Diperbarui 20 Juni 2025, 07:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan pada Kamis (19/6/2025) bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei "tidak bisa lagi dibiarkan hidup". Pernyataan Katz muncul setelah Rumah Sakit Soroka di Kota Beersheba, Israel selatan, melaporkan 40 orang terluka akibat serangan rudal Iran terbaru.

"Khamenei secara terbuka menyatakan bahwa dia ingin Israel dihancurkan – dia secara pribadi memberi perintah untuk menembaki rumah sakit," kata Katz kepada para jurnalis di Kota Holon dekat Tel Aviv, seperti dilansir CNA.

"Orang seperti itu tidak bisa lagi dibiarkan hidup."

Ketika ditanya tentang Khamenei dalam kunjungan ke Beersheba pada Kamis, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, "Saya sudah menyatakan dengan jelas bahwa tidak ada seorang pun yang kebal."

"Dalam perang, saya percaya bahwa seseorang harus memilih kata-kata dengan hati-hati dan melakukan tindakan dengan presisi."

Sebelumya, seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kepada AFP pada Minggu (15/6), Presiden Donald Trump mengetahui bahwa Israel memiliki rencana untuk menyerang pemimpin tertinggi Iran.

"Presiden Trump menolak hal itu dan kami telah memberitahu Israel untuk tidak melanjutkannya," kata pejabat AS tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim.

Netanyahu tidak mengonfirmasi maupun membantah hal ini.

Dalam sebuah wawancara televisi pada Senin (16/6), Netanyahu tidak menutup kemungkinan itu dan mengatakan bahwa membunuh ulama berusia 86 tahun yang telah memimpin Iran sejak 1989 itu akan mengakhiri konflik antara kedua negara.

Trump kemudian menyatakan pada Selasa (17/6) bahwa AS mengetahui lokasi Khamenei tetapi tidak akan membunuhnya "untuk saat ini".

Dua Minggu yang Krusial

Gedung Putih mengatakan pada Kamis bahwa Presiden Trump akan mengambil keputusan apakah AS akan terlibat dalam perang Iran-Israel dalam dua minggu ke depan.

Mengutip pesan dari Trump, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebutkan, "Berdasarkan kenyataan bahwa ada kemungkinan signifikan dari negosiasi yang mungkin atau mungkin tidak terjadi dengan Iran dalam waktu dekat, saya akan membuat keputusan apakah akan ikut campur atau tidak dalam dua minggu ke depan."

Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada Jumat (13/6), dalam apa yang diklaimnya sebagai langkah pada menit-menit terakhir untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Sejak itu, Israel telah menghantam ratusan target, termasuk para elite militer, ilmuwan nuklir terkemuka, serta fasilitas militer dan nuklir.

Pergantian Rezim di Iran

Pergerakan pemimpin tertinggi Iran, yang tidak pernah meninggalkan Iran sejak naik ke tampuk kekuasaan, dijaga dengan pengamanan dan kerahasiaan yang sangat ketat.

Netanyahu belum menyatakan secara terbuka bahwa Israel sedang berupaya menggulingkannya, hanya mengatakan bahwa pergantian rezim bisa menjadi hasil dari aksi militer yang dilakukan.

"Warga Iran memahami bahwa rezim ini jauh lebih lemah daripada yang mereka kira – mereka menyadarinya, dan itu bisa menghasilkan suatu perubahan," ujarnya dalam konferensi pers Senin.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa setiap upaya untuk memaksakan perubahan melalui aksi militer akan berujung pada "kekacauan", sementara baik China maupun Rusia telah menuntut Israel menghentikan pengeboman.

Iran menyangkal tuduhan bahwa mereka sedang mengembangkan senjata nuklir dan laporan yang mengutip pejabat intelijen AS minggu ini meragukan klaim Israel bahwa Iran telah mempercepat usahanya untuk memproduksi senjata nuklir.

Iran kini memperkaya uranium hingga level 60 persen—angka yang jauh melebihi batas 3,67 persen yang ditetapkan dalam perjanjian nuklir tahun 2015, yang kemudian ditinggalkan oleh Trump. Meski begitu, level tersebut masih di bawah ambang 90 persen yang diperlukan untuk membuat hulu ledak nuklir.

Israel sendiri tidak pernah secara terbuka mengakui atau menyangkal memiliki senjata nuklir. Namun, menurut laporan dari Institut Riset Perdamaian Internasional Stockholm, Israel diperkirakan memiliki sekitar 90 hulu ledak nuklir.