Liputan6.com, Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Selasa (15/5/2025) mengecam kebijakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terkait bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima" dan "memalukan", seraya mengatakan bahwa negara-negara Eropa seharusnya mempertimbangkan untuk meningkatkan sanksi.
"Apa yang dilakukan pemerintah Benjamin Netanyahu itu tidak dapat diterima... Tidak ada air, tidak ada obat-obatan, orang-orang yang terluka tidak bisa keluar, para dokter tidak bisa masuk. Apa yang dia lakukan itu memalukan," kata Macron kepada televisi TF1 seperti dilansir Times of Israel.
"Kita membutuhkan Amerika Serikat (AS). Presiden Donald Trump memiliki tuas kekuasaan. Saya sudah mengucapkan kata-kata keras kepada Perdana Menteri Netanyahu. Saya marah, namun mereka (Israel) tidak bergantung pada kita, mereka bergantung pada senjata-senjata AS."
Advertisement
Tragedi Kemanusiaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5204593/original/007005000_1746005580-20250430-Pengungsi_Palestina-AFP_3.jpg)
Macron menyatakan bahwa dirinya sendiri telah mengunjungi perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza awal tahun ini, di mana dia melihat bahwa "semua bantuan yang disalurkan Prancis dan negara-negara lain" diblokir oleh pihak Israel.
"Ini adalah tragedi kemanusiaan yang tidak bisa diterima," ujar Macron, seraya menambahkan bahwa 'bukan wewenang seorang presiden republik untuk mengatakan 'ini adalah genosida', melainkan para sejarawan.'
"Tugas saya adalah melakukan segala yang saya bisa agar ini berhenti," tambah Macron, sembari membuka kemungkinan untuk meninjau kembali perjanjian kerja sama Uni Eropa dengan Israel.
Perjanjian-perjanjian ini mencakup ketentuan yang menghapus bea masuk terhadap produk-produk tertentu.
Â
Advertisement
Tekanan kepada Hamas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5204596/original/039302600_1746005581-20250430-Pengungsi_Palestina-AFP_6.jpg)
Israel telah menutup akses ke Jalur Gaza sejak awal Maret, ketika mereka kembali melanjutkan serangan militer menyusul runtuhnya kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera. Selama masa jeda sebelumnya, ribuan truk bantuan telah masuk ke wilayah kantong Palestina tersebut.
Pihak Israel mengklaim Hamas mencuri sebagian besar bantuan yang masuk ke Jalur Gaza, kemudian menggunakannya untuk memasok para anggotanya dan mempertahankan kendali atas penduduk. Oleh karena itu, Israel menolak mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk hingga diterapkan sistem distribusi yang memungkinkan mereka mengendalikan proses penyalurannya.
Israel juga membenarkan blokade sebagai alat untuk memberikan tekanan kepada Hamas agar segera membebaskan 58 sandera yang masih ditahan di Jalur Gaza.
"Krisis kemanusiaan (di Gaza) adalah yang paling parah yang terjadi sejak 7 Oktober 2023," kata Presiden Macron, mengacu pada serangan yang dipimpin Hamas pada tanggal tersebut, yang memicu perang yang masih berlangsung hingga kini.
Â
Hubungan Israel-Prancis Memburuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5204597/original/077704900_1746005581-20250430-Pengungsi_Palestina-AFP_7.jpg)
Pernyataan Presiden Macron pada Selasa muncul di tengah memburuknya hubungan antara Israel dan Prancis terkait perang di Gaza, di mana Macron mendesak Netanyahu untuk melanjutkan kembali bantuan kemanusiaan dalam sebuah panggilan telepon bulan lalu. Percakapan itu terjadi beberapa hari setelah putra Netanyahu melontarkan kata-kata kotor kepada Macron setelah dia mengatakan bahwa Prancis tidak menutup kemungkinan mengakui Negara Palestina.
Sementara itu, Israel menuduh Macron memblokir partisipasi produsen senjata Israel dalam pameran industri di Prancis. Macron juga membuat Israel berang dengan seruannya agar diberlakukan embargo senjata terhadap Israel, yang menurutnya merupakan satu-satunya cara untuk menghentikan pertempuran di Jalur Gaza.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5204595/original/096956400_1746005580-20250430-Pengungsi_Palestina-AFP_5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7522255/original/084059600_1780295202-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7235902/original/070675800_1780020732-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/7255920/original/035077100_1780042001-presiden-macron-blak-blakan-ungkap-keberanian-prabowo-dukung-kemerdekaan-palestina-38af53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/7242816/original/035773100_1780028377-seperti-keluarga-macron-istri-sambut-prabowo-didit-datang-dikawal-146-pasukan-kuda-936b38.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7230963/original/015129700_1780015321-cd021d98-89aa-4f2d-970a-88e384efeeba.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7229760/original/031489500_1780014177-f3a01830-9cc7-4ebf-a770-ad9d1201c853.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7183571/original/099378400_1779979490-e4327fb7-44f9-4406-b9e9-e262f0594261.jpg)