Novelis Terkenal Jerman Alexandra Frohlich Ditemukan Tewas di Rumah Terapungnya

Frohlich dikenal dengan gaya menulis yang memadukan humor, kisah keluarga, dan isu-isu sosial.

Diterbitkan 28 April 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Berlin - Penyelidikan kasus pembunuhan telah dimulai setelah seorang novelis Jerman terkenal ditemukan tewas di sebuah rumah terapung di Hamburg dalam kondisi yang menunjukkan bahwa dia telah diserang secara brutal. Demikian disampaikan pihak kepolisian.

Menurut keterangan otoritas yang menyelidiki kasus ini, Alexandra Frohlich (58), yang novelnya kerap menduduki daftar buku terlaris di Jerman ditemukan pada Selasa pagi.

Kasus ini langsung ditangani oleh satuan pembunuhan setelah ditemukannya bukti bahwa Frolich telah menjadi korban kekerasan. Pihak berwenang menolak memberikan rincian lebih lanjut, selain menyebut bahwa bukti forensik telah dikumpulkan dan laporan ahli forensik telah diserahkan.

Menurut laporan penyiar lokal NDR, yang mengutip sumber kepolisian, Frohlich tewas akibat luka tembak. Para penyelidik kini mencari saksi yang mungkin melihat aktivitas mencurigakan di sekitar rumah terapung panjang berwarna merah cerah yang menjadi tempat tinggal Frohlich, yang terletak di tepi sungai Elbe, di Distrik Moorfleet bagian timur.

Polisi menyebutkan bahwa jenazah Frohlich ditemukan oleh putranya pada Selasa pagi. Mereka memperkirakan waktu kematian terjadi antara tengah malam hingga pukul 05.30 waktu setempat.

"Berdasarkan informasi saat ini, keluarga korban menemukan perempuan berusia 58 tahun tersebut dalam kondisi tidak bernyawa di rumah terapungnya dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran, yang hanya bisa memastikan bahwa korban telah meninggal dunia," ujar juru bicara kepolisian kepada media lokal seperti dilansir The Guardian.

"Setelah mengevaluasi jejak dan bukti di lokasi kejadian, pihak berwenang kini meyakini bahwa korban meninggal akibat tindakan kekerasan."

Juru bicara itu juga menyebut bahwa penyelidik sedang mendalami siapa saja yang mungkin menjadi tersangka dan apakah pelaku memiliki hubungan pribadi dengan Frohlich.

"Karena penyelidikan masih berlangsung, belum ada informasi lebih lanjut yang bisa dibagikan saat ini," tambahnya.

Dugaan Senjata Dibuang ke Sungai Elbe

Media melaporkan bahwa para penyelam dikerahkan ke lokasi kejadian, memunculkan dugaan bahwa senjata pembunuh mungkin dibuang ke Sungai Elbe.

Frohlich memulai kariernya sebagai jurnalis, awalnya di Ukraina, di mana dia mendirikan sebuah majalah perempuan di Kyiv. Dia kemudian bekerja sebagai jurnalis lepas di Jerman untuk berbagai media perempuan dan majalah lainnya seperti Stern, sebelum akhirnya beralih menjadi penulis novel.

Pada 2012, dia menerbitkan novel debutnya yang berjudul "My Russian Mother-in-Law and other Catastrophes", yang dia sebut terinspirasi dari pengalamannya sendiri menikah dengan seorang pria Rusia.

Buku itu masuk daftar buku terlaris versi majalah Der Spiegel, salah satu indikator paling terpercaya dalam penjualan buku fiksi dan nonfiksi di Jerman, dan bertahan selama beberapa bulan. Buku tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis. Seorang kritikus kala itu menggambarkannya sebagai "satire barat-timur yang sangat lucu."

Pada 2016, dia menerbitkan novel kriminal "Death is a Certainty", yang juga meraih kesuksesan serupa, disusul oleh "Skeletons in the Closet" pada 2019. Kedua novel tersebut diterbitkan oleh Penguin.

Â