18 Mei 1896: Bioskop Pertama Rusia Dibuka

Bersamaan dengan pembukaan bioskop pertama, Nicholas II mulai menggemari dunia film, sebuah hobi yang membekas dalam sejarah Kekaisaran Rusia.

Diterbitkan 18 Mei 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, St. Petersburg - Tepat 129 tahun yang lalu, sejarah perfilman Rusia mencatat sebuah momen penting. Pada 18 Mei 1896, bioskop pertama di Rusia resmi dibuka di No. 46 Nevsky Prospekt, St. Petersburg lokasi yang kini menjadi restoran Neva.

Pembukaan ini langsung menarik perhatian publik. Dengan penuh rasa ingin tahu, orang-orang berbondong-bondong datang untuk menyaksikan keajaiban gambar bergerak untuk pertama kalinya. Di tengah antusiasme itu, pengalaman para penonton mulai menuliskan pengalamannya, menjadi bagian dari awal perjalanan panjang dunia perfilman di Rusia.

Mengutip dari tsarnicholas.org pada Minggu (18/5/2025), seorang penonton menuliskan pengalamannya sebagai berikut:

"Hari ini, kami mengunjungi Nevsky... Lampu listrik padam, terdengar suara mendesis dari proyektor sinematografi di dalam ruangan, lalu munculah gambar bergerak di layar di hadapan para penonton... Adegan-adegan yang kami lihat antara lain kereta yang mendekat, pertengkaran antara dua pria dan perkelahian mereka, permainan kartu, para pekerja yang keluar dari pabrik Lumière, sekelompok anak-anak yang bertengkar, dan seorang akrobat yang bermain dengan pita."

Pada periode 1900 hingga 1918, industri film Rusia berkembang pesat dan menjadi sangat populer di banyak kota besar, termasuk St. Petersburg, Moskow, Kiev, Odessa, Nizhny Novgorod, Baku, Tiflis, dan Yekaterinburg. Film-film asing juga cukup digemari masyarakat.

Menarik untuk diketahui, penobatan suci Kaisar Nicholas II juga berlangsung di Moskow pada Mei 1896. Seluruh prosesi yang sakral ini direkam oleh juru kamera asal Prancis dari Lumière Brothers di Paris. Film dokumenter berdurasi 1 jam 33 menit itu kemudian menjadi film dokumenter pertama yang diputar di bioskop-bioskop di seluruh Kekaisaran Rusia. Salinan film tersebut bahkan dihadiahkan Lumière kepada Kaisar Nicholas II.

Bioskop dengan “gambar bergerak” begitu cepat mendapatkan tempat di hati masyarakat Rusia. Tak mengherankan jika Kaisar Nicholas II menunjukkan minat besar terhadap sinematografi, sebuah proyektor film awal.

Pada masa pemerintahan Nicholas II, Istana Aleksander mengalami berbagai pembaruan modern: listrik dipasang, telepon dipasang, dan sebuah sinematografi dilengkapi. Sebuah "ruang pemutaran" dibangun di Perpustakaan Besar, tempat Keluarga Kekaisaran biasa berkumpul untuk menonton film. Sang Tsar bahkan mencatat film-film favoritnya di dalam buku hariannya.

Biasanya, pemutaran film dilakukan seminggu sekali. Permaisuri Alexandra Feodorovna memilih film-film tersebut dengan urutan sebagai berikut: pertama, diputar film berita yang direkam oleh fotografer istana selama seminggu, dilanjutkan dengan film edukasi, lalu diakhiri dengan film komedi untuk anak-anak.

Ketertarikan Nicholas II pada Sinematografi dan Berita Dunia

Nicholas II menikmati film berita berbahasa Inggris dan Prancis mengenai Perang Dunia I, serta film dokumenter tentang kehidupan para perwira, layanan di angkatan laut, dan keseharian di angkatan bersenjata. 

Tsar juga sangat memperhatikan berita-berita luar negeri, yang ia tonton dengan antusias sembari mencatat beberapa poin penting. Menariknya, sang Tsar sendiri kerap menjadi tokoh utama dalam berbagai berita film asing tersebut.

Kemudian, Tsar juga melengkapi kapal kerajaan Standart dengan sinematografi. Pada 1913, Tsar mencatat dalam buku hariannya bahwa ia telah menonton film dokumenter Rusia seperti The Tercentenary of the Reigning House of Romanov dan The Heroic Feat of Private Vasily Ryabov, serta produksi film Italia berjudul Ballerina from the Odeon.

Suatu waktu, Duta Besar Prancis untuk Rusia, Maurice Paléologue, diundang ke Istana Aleksander untuk menonton film bersama Kaisar dan Permaisuri. Malam itu, ia mencatat pengalaman tersebut dalam buku hariannya:

"Saya tiba di Tsarskoye Selo pada pukul lima sore. Bioskop dipasang di the Semi-Circular Hall atau aula bundar besar, tiga kursi ditempatkan di depan layar, dengan belasan kursi di sekelilingnya. Tak lama kemudian, Kaisar dan Permaisuri muncul bersama para Adipati Agung Putri dan Putra Mahkota Tsesarevich, didampingi Menteri Pengadilan Fredericks dan istrinya, Over Hoffmeister Count Beckendorff dan istrinya, Kolonel Naryshkin, Madame Bux Hoeven, pengasuh sang putra mahkota Gilliard, serta beberapa pejabat administrasi istana. Di setiap pintu, berdiri para pelayan istana yang berkerumun dan mengintip keluar. Kaisar mengenakan seragam lapangan, sementara Permaisuri dan para Adipati Agung Putri mengenakan gaun wol sederhana. Para wanita lain mengenakan gaun harian,” tulis  Maurice Paléologue.

"Di hadapan saya, terhampar kehidupan sehari-hari Istana Kekaisaran dalam segala kesederhanaannya. Kaisar mempersilahkan saya duduk di antara dirinya dan Permaisuri. Lampu dipadamkan, dan pemutaran film pun dimulai," lanjut Maurice Paléologue.