20 April 2012: Pesawat Bhoja Air Jatuh di Pakistan Setelah 3,5 Jam Terbang, 127 Orang Tewas

Pesawat Bhoja Air jatuh saat hendak mendarat di Bandara Islamabad, Pakistan. Seluruh 127 orang di dalam pesawat dinyatakan tewas.

Diperbarui 23 April 2025, 16:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Islamabad - Petaka melanda sebuah pesawat komersial yang membawa 127 orang dari Karachi ke Islamabad Pakistan. Pesawat itu jatuh pada Jumat 20 April 2012 di Islamabad sesaat sebelum mendarat di bandara terdekat, menurut Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan, yang menyebut cuaca buruk sebagai kemungkinan faktornya.

"Tidak ada korban selamat yang ditemukan," kata pihak berwenang seperti dikutip dari CNN, Minggu (20/4/2025).

Boeing 737-200 Bhoja Air telah melakukan penerbangan malam pertamanya dari Karachi ke Islamabad, di mana cuacanya mendung, kata pihak berwenang.

Pihak berwenang dua kali mengubah jumlah orang yang dilaporkan berada di dalam pesawat, tetapi pada Jumat sore menyetujui angka tersebut.

Kecelakaan itu terjadi di dekat pangkalan udara Chaklala, sebuah situs militer yang digunakan oleh angkatan udara negara itu, yang berdekatan dengan Bandara Internasional Benazir Bhutto di Islamabad.

Puing-puing dan bagian tubuh berserakan di seluruh lokasi kecelakaan saat para pekerja memilah-milah reruntuhan di daerah pemukiman yang padat penduduk. Empat desa terkena dampak kecelakaan itu dan puing-puing dari pesawat telah ditemukan dalam jarak satu kilometer dari lokasi, kata Menteri Dalam Negeri Pakistan, A Rehman Malik dalam sebuah wawancara dengan media lokal.

Setidaknya 110 jenazah telah ditemukan dari lokasi kejadian, sementara lebih dari 150 kantong berisi potongan tubuh telah diangkut ke rumah sakit di seluruh wilayah tersebut, menurut Farkhand Iqbal, seorang pejabat kota di Islamabad.

Flight data recorder (perekam data penerbangan), yang dianggap sebagai komponen utama dalam menentukan apa yang mungkin menyebabkan tragedi tersebut, telah ditemukan, kata pihak berwenang.

 

Pesawat Jatuh Setelah Terbang 3,5 Jam

Pesawat Bhoja telah terbang dari kota pelabuhan selatan Karachi dan jatuh tepat sebelum mendarat di ibu kota setelah penerbangan selama 3½ jam.

Pihak berwenang setempat mengatakan lokasi kecelakaan terletak sekitar lima mil udara dari bandara di Islamabad.

Laporan cuaca menunjukkan bahwa kondisi di daerah tersebut termasuk badai petir dan jarak pandang terbatas, menurut ahli meteorologi CNN Mari Ramos.

Pihak berwenang sedang memeriksa apa yang mungkin menyebabkan kecelakaan tersebut dan potensi korban tambahan di lokasi reruntuhan.

Para penyelidik "akan memeriksa teknologi," kata konsultan keamanan penerbangan Greg Feith. “Peralatan radio seperti apa, sistem peringatan jarak dekat dengan tanah seperti apa yang dipasang pada pesawat, radar cuaca, hal-hal seperti itu … karena cuaca mungkin menjadi faktor dalam kecelakaan ini.”

Perdana Menteri Pakistan Yusuf Raza Gilani pada hari Jumat (20/4/2012) menyatakan “kejutan dan kesedihan yang mendalam atas tragedi tersebut,” memerintahkan Otoritas Penerbangan Sipil negaranya “untuk menyiapkan semua sumber dayanya untuk operasi penyelamatan,” lapor media pemerintah.

Badan Investigasi Keselamatan Pakistan telah meluncurkan penyelidikan terpisah atas insiden tersebut, dan dua ruang operasi krisis telah didirikan di bandara di Islamabad dan Karachi untuk memberikan informasi kepada keluarga yang terdampak.

Sementara itu, seorang juru bicara Boeing mengatakan bahwa pabrikan Amerika itu “siap memberikan bantuan teknis kepada Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan.”

Pesawat itu awalnya dijual pada tahun 1985, kata Julie O’Donnell.

“Perusahaan Boeing ingin menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga dan teman-teman dari mereka yang meninggal hari ini dalam kecelakaan Bhoja Air di Pakistan, serta harapan agar mereka yang terluka segera pulih,” kata O’Donnell.

 

Pesawat Tidak Layak Terbang?

Menanggapi tuduhan bahwa pesawat itu tidak dalam kondisi baik untuk terbang, Menteri Pertahanan Nargis Sethi mengatakan kepada stasiun televisi lokal bahwa pemerintah telah memulai "penyelidikan segera."

"Apakah pesawat itu berusia 10, 8 tahun, atau tidak layak terbang adalah sesuatu yang belum dapat kami pastikan," kata Sethi kala itu.

Namun, manajer stasiun udara Bhoja Zahid Bangish mengatakan kepada stasiun televisi Pakistan pada hari Jumat (20/4/2012) bahwa "pesawat itu baru, bukan yang lama dan tidak layak terbang."

Kecelakaan itu mengingatkan pada kecelakaan tahun 2010, ketika 152 orang tewas saat sebuah pesawat penumpang Pakistan jatuh di pinggiran Islamabad, ibu kota Pakistan. Pesawat itu juga datang dari Karachi ketika menabrak lereng bukit saat mencoba mendarat, kata para pejabat saat itu.

Empat tahun sebelum petaka pada 20 April 2012, tercatat pesawat lain jatuh di Pakistan tengah, menewaskan 45 orang.

Adapun kecelakaan pesawat penumpang komersial pertama yang diketahui terjadi di Pakistan pada tahun 1953 ketika sebuah Canadian Pacific DH-106 Comet jatuh tak lama setelah lepas landas dari Karachi. Kecelakaan itu menewaskan 11 orang di dalamnya.