OKI Dukung Rencana Arab untuk Gaza Sebagai Pengganti Skema Trump

Apakah rencana Arab didukung AS dan Israel? Berikut ulasannya.

Diterbitkan 08 Maret 2025, 20:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jeddah - Organisasi Kerja sama Islam (OKI) secara resmi mengadopsi proposal alternatif Liga Arab pada Sabtu (8/3/2025), sebagai tanggapan terhadap rencana Presiden Donald Trump untuk mengambil alih Jalur Gaza dan memindahkan penduduknya. OKI menyerukan kepada komunitas internasional untuk mendukung inisiatif regional ini.

Keputusan yang diambil oleh kelompok beranggotakan 57 negara ini terjadi dalam pertemuan darurat di Jeddah, Arab Saudi, tiga hari setelah Liga Arab meratifikasi proposal tersebut dalam sebuah pertemuan puncak di Kairo.

Alternatif yang dirancang oleh Mesir sebagai tanggapan atas rencana Trump yang banyak dikutuk itu, mengusulkan untuk membangun kembali Jalur Gaza di bawah administrasi Otoritas Palestina di masa depan.

"OKI mengadopsi rencana ... untuk pemulihan awal dan rekonstruksi Gaza," bunyi komunike OKI seperti dikutip CNA.

Organisasi yang mewakili dunia muslim ini mendesak "komunitas internasional serta lembaga pendanaan internasional dan regional untuk segera memberikan dukungan yang diperlukan bagi rencana tersebut".

Trump menimbulkan kemarahan global ketika dia mengusulkan agar AS "mengambil alih" Jalur Gaza dan mengubahnya menjadi "Riviera-nya Timur Tengah", memaksa penduduk Palestina di sana untuk pindah ke Mesir atau Yordania.

Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menyambut baik dukungan OKI dan mengatakan dia kini berharap untuk mendapatkan dukungan dari komunitas internasional yang lebih luas, termasuk Amerika Serikat (AS).

"Langkah selanjutnya adalah agar rencana ini menjadi rencana internasional melalui adopsi oleh Uni Eropa dan pihak-pihak internasional seperti Jepang, Rusia, China, dan lainnya," kata Abdelatty.

"Inilah yang akan kami usahakan dan kami telah melakukan kontak dengan semua pihak, termasuk pihak AS."

Namun, proposal Mesir — yang tidak mencantumkan peran untuk Hamas, yang menguasai Jalur Gaza — telah ditolak oleh AS dan Israel.

Rencana tersebut "tidak memenuhi harapan" Washington, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Tammy Bruce, kepada wartawan pada Kamis (6/3).

Namun, utusan Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff memberikan tanggapan yang lebih positif, menyebutnya sebagai langkah pertama yang tulus dari Mesir.