Liputan6.com, Shalamjah: Pemimpin besar kaum syiah Irak, Ayatulah Muhammad Baqir Al Hakim pulang kampung setelah 23 tahun mengasingkan diri ke Iran, Ahad (10/5). Kedatangan Al Hakim disambut meriah para pendukungnya yang berkumpul di Kota Shalamanjah, perbatasan Irak-Iran. Ketika iring-iringan 100 kendaraan pemimpin besar syiah ini memasuki kota yang berjarak 20 kilometer dari Basrah, para pendukungnya melambai-lambaikan bendera, spanduk, dan foto, sambil meneriakkan slogan kaum Syiah. Bahkan beberapa di antara mereka ada yang berusaha menyentuh badan mobil. Ada pula yang melakukan penghormatan ala kaum syiah dan memukulkan tangan ke dada.
Kepulangan Al Hakim kemungkinan besar terkait dengan pembentukan pemerintahan baru di Irak. Di samping itu, tokoh kharismatik yang sempat kabur ke Iran pada 1980 karena menjadi oposan bekas Presiden Saddam Hussein ini banyak diharapkan memimpin Irak. Dan peluang itu cukup besar. Sebab, 60 persen rakyat Irak adalah pengikut setia syiah.
Dalam pidatonya, Al Hakim mengatakan, pemerintahan baru Irak harus mandiri, terlepas dari campur tangang Amerika Serikat yang kini sudah menempatkan seorang Administrator Sipil untuk mengatur Irak [baca: Bush Menunjuk Pengganti Garner]. Dia juga berharap, pemerintahan baru Irak berpijak pada hukum Islam. Sikap tegas Pemimipin Dewan Tertinggi Revolusi Irak ini dibuktikan dengan memboikot pertemuan antarkelompok Irak yang diprakarsai AS di Nasiriyah bulan silam.(MIT/Uri)
Kepulangan Al Hakim kemungkinan besar terkait dengan pembentukan pemerintahan baru di Irak. Di samping itu, tokoh kharismatik yang sempat kabur ke Iran pada 1980 karena menjadi oposan bekas Presiden Saddam Hussein ini banyak diharapkan memimpin Irak. Dan peluang itu cukup besar. Sebab, 60 persen rakyat Irak adalah pengikut setia syiah.
Dalam pidatonya, Al Hakim mengatakan, pemerintahan baru Irak harus mandiri, terlepas dari campur tangang Amerika Serikat yang kini sudah menempatkan seorang Administrator Sipil untuk mengatur Irak [baca: Bush Menunjuk Pengganti Garner]. Dia juga berharap, pemerintahan baru Irak berpijak pada hukum Islam. Sikap tegas Pemimipin Dewan Tertinggi Revolusi Irak ini dibuktikan dengan memboikot pertemuan antarkelompok Irak yang diprakarsai AS di Nasiriyah bulan silam.(MIT/Uri)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5466673/original/082916800_1767862212-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-08T154559.006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314286/original/024914700_1785742099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T142618.819.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326998/original/002739300_1787046240-Screenshot_2026-08-18_162316.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147878/original/074965600_1662436164-Cek_Bansos_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/392221/original/100503cIrak.jpg)