Sukses

Atlet Israel Bertanding di Arab Saudi, Pertama dalam Sejarah

Liputan6.com, Riyadh - Atlet Israel akan tampil untuk pertama kalinya di Kerajaan Arab Saudi. Sosok atlet itu adalah Shachar Sagiv yang merupakan atlet Olimpiade 2020 cabang triathlon.

Sagiv akan menjadi atlet Israel pertama yang bertanding di Arab Saudi. Sebelumnya, ia juga pernah bertanding di Uni Emirat Arab yang sudah menjalin normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.

Berdasarkan laporan The New Arab, Sabtu (25/3/2023), Shachar Sagiv dijadwalkan bertanding di Super League Triathlon pada Sabtu ini. Olahraga itu terdiri dari tim sepeda, renang, dan lari.

Sagiv merupakan pesepeda paling cepat dan kompetitor terbaik ke delapan pada kompetisi di Toulouse, Prancis.

"Saya sangat bersemangat karena menjadi pembuka jalan dengan menjadi atlet pertama Israel yang berkompetisi di Arab Saudi," ujar Sagiv kepada situs Sport1.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Shachar Sagiv (@shacharsagiv)

The New Arab menyebut kedatangan Sagiv menambah spekulasi normalisasi hubungan diplomatik. Sebelumnya, situs berita Israel, Globes, melaporkan Saudi melonggarkan kebijakan bagi pebisnis Israel yang ingin masuk Saudi.

Arab Saudi juga memberikan izin bagi maskapai Israel untuk menggunakan zona udara mereka untuk perjalanan ke luar Timur Tengah. Namun, Arab Saudi menegaskan penolakan terhadap normalisasi dengan Israel sampai mereka angkat kaki dari Tepi Barat Palestina.

Timnas Israel Ditolak Gubernur Bali dan Jateng

Sementara, gelombang penolakan sedang muncul di Indonesia, termasuk dari Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Mereka tak mau timnas Israel bermain di daerah mereka di kompetisi FIFA World Cup U-20.

“Saya berharap agar diupayakan langkah-langkah terobosan bersama, tanpa kehadiran Israel,” ujar Ganjar Pranowo. 

Pihak Kedutaan Besar Palestina di Indonesia tidak mau memaksakan kehendakan terkait hadir atau tidaknya timnas Israel. 

"Kewenangan tersebut berada di tangan Indonesia. Kami tidak bisa menerima atau pun menolak karena itu terserah Indonesia," ujar Duta Besar Palestina Zuhair Al-Shun pada Rabu (15/3).

2 dari 4 halaman

Kontroversi Partisipasi Timnas Israel di Piala Dunia U-20 2023, Palestina: Terserah Indonesia

Kontroversi soal kedatangan timnas sepakbola U-20 Israel ke Indonesia membuat Palestina buka suara. 

Al-Shun menegaskan, Palestina menghargai posisi Indonesia sebagai tuan rumah acara Piala Dunia U-20 2023. 

"Kita tahu bahwa masing-masing federasi olahraga ini memiliki aturan sendiri, termasuk FIFA. Dalam kaitan ini Indonesia telah berhasil memenangkan bidding sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20," katanya. 

Dia meminta publik agar dapat memisahkan isu politik dan ajang olahraga. 

"Dan tentu saja partisipasi masing-masing negara yang ikut dalam event ini, tidak ada kaitannya dengan suka atau tidak suka dengan negara peserta tersebut," ungkap Dubes Palestina Al-Shun.

Piala Dunia U-20 2023 dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada 20 Mei hingga 11 Juni 223. Terdapat enam kota yang akan menjadi venue perhelatan, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang, Surakarta, dan Gianyar.

3 dari 4 halaman

Kemlu: Posisi Indonesia Soal Palestina Tak Goyah

Sebelumnya, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa posisi Indonesia terkait Palestina konsisten dan tidak goyah. 

"Indonesia termasuk salah satu dari sedikit negara yang konsisten mendukung Palestina. Posisi Indonesia terkait isu Palestina tidak pernah berubah dan konsisten," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Teuku Faizasyah pada Jumat (10/3). 

Faizasyah memastikan bahwa Indonesia terus menyuarakan isu Palestina di berbagai forum internasional. 

"Dalam pertemuan PBB baru-baru ini, Menlu (Retno) tetap mengangkat isu Palestina walaupun negara yang mau membahas sedikit," lanjutnya. "Menlu juga membahas Palestina dalam pertemuan G20 kemarin."

Mengingat bahwa Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik resmi, Faizasyah menjelaskan bahwa masalah teknis bagi kedatangan tim sepakbola U-20 Israel, termasuk soal pemberian visa, akan diatur oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam).

4 dari 4 halaman

Ketum PBNU Soal Timnas Israel Main di Piala Dunia U-20 Indonesia

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tak mempermasalahkan apabila Timnas Sepak Bola Israel bertanding di Piala Dunia U-20 Indonesia. Dia menilai hal tersebut tidak akan merugikan Palestina.

"Menurut saya sih ndak masalah. Belum tentu Palestina rugi kok. Sekarang kalau Israel datang ke sini, apakah Palestina rugi? Enggak juga," kata Gus Yahya kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (24/3). 

Dia menilai percuma apabila hanya meneriakkan penolakan Israel, namun tidak ada tindakan konkret dan solusi yang diberikan untuk membela Palestina. Gus Yahya menyebut sebaiknya Indonesia memperkuat posisi dalam platform internasional dan multilateral.

"Kalau soal FIFA ini, kalau kita cuma menolak Israel jangan datang habis itu tidur, apa gunanya buat Palestina? Enggak ada gunanya juga," jelasnya.

"Tapi kalau kita kembangkan positioning Indonesia melalui FIFA ini sehingga kita betul-betul mempunyai posisi moral yang meningkat untuk terus mengartikulasikan arah dari solusi Palestina, nah itu saya kira lebih konstruktif daripada sekadar protes, tidur, protes, tidur, enggak ada gunanya," sambung Gus Yahya.

Sebagai informasi, penolakan terhadap negara yang terletak di ujung timur laut Mediterania itu muncul jelang Kick Off Piala Dunia U-20. Salah satu kepala daerah yang turut menolak kehadiran Israel adalah Gubernur Bali, Wayan Koster.

Penyelenggaraan Piala Dunia Sepak bola FIFA U-20 Tahun 2023, direncanakan berlangsung pada 20 Mei-11 Juni 2023. Laga dunia ini akan diikuti oleh 24 Negara termasuk Israel.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.