Sukses

Pria di AS Alami Penyumbatan Usus Usai Makan Pisang Dibungkus Kondom

Liputan6.com, Washington - Seorang pria di Iowa, Amerika Serikat, terpaksa dilarikan dan dirawat di rumah sakit setelah mengonsumsi pisang yang dibungkus dengan kondom

Dilansir Daily Mail, Selasa (31/1/2023), kasus yang dialami oleh pria yang tak disebutkan namanya tersebut merupakan yang pertama di dunia. 

Pria tersebut tiba di rumah sakit dengan keluhan gejala sakit perut, mual, dan muntah. Selain itu, ia juga tidak bisa mengonsumsi minuman atau makanan apapun, bahkan tidak buang air besar selama lebih dari 24 jam. 

Setelah dilakukan CT scan, dokter menemukan sumbatan di ususnya, operasi invasif pun dilakukan untuk mengeluarkan buah tersebut.

Dokter mengatakan bahwa jika operasi tidak segera dilakukan akan berpotensi membahayakan pasien tersebut.

Setelah mengambil tindakan, dokter akhirnya mengetahui bahwa pria berusia 34 tahun itu menunggu lebih dari satu hari sebelum akhirnya pergi ke rumah sakit. Pria itu mungkin saja malu mengakui kejadian yang dialaminya. 

Usai menjalani perawatan selama tiga hari, pria itu akhirnya dibolehkan pulang dan berhasil pulih total. 

2 dari 2 halaman

Punya Riwayat Depresi

Kasus aneh ini pun akhirnya tercatat dalam studi kasus dokter berjudul Banana in a Condom: An Unusual Cause of Small Bowel Obstruction.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa pasien memiliki riwayat depresi, yang berkontribusi pada keputusannya yang keliru.

Dalam studi tersebut, dilampirkan pula foto pasca operasi yang menunjukkan buah pisang yang masih terbungkus kondom. 

Usai pria tersebut dipulangkan, dokter masih mengawasinya selama dua minggu pasca operasi. Dokter pun merekomendasikan pria tersebut untuk mengonsumsi diet rendah serat.

Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa pada tahap ini, pasien kembali bisa buang air besar secara normal dan rasa sakitnya masih terkendali. 

Setelah enam bulan, dokter mengatakan pria itu terus memperlihatkan pola buang air besar dan makan yang normal.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.