Liputan6.com, Baghdad: Armada perang Amerika Serikat yang didukung pasukan Inggris dan Australia (Pasukan Koalisi) siap membombardir Irak. Serangan militer ini diterapkan bila Presiden Saddam Hussein bersikeras bercokol di negaranya hingga ultimatum berakhir pada Rabu (19/3) pukul 20.00 waktu Washington D.C. atau Kamis pukul 08.00 WIB. Diperkirakan, bom yang diluncurkan dari pesawat tempur F-18 di atas Baghdad, akan menjadi serangan pembuka Perang Teluk jilid kedua [baca: Pasukan Koalisi AS Siap Menggempur Baghdad].
Bila perang benar-benar meletus, pesawat-pesawat tempur AS dan sekutunya siap meluncurkan 3.000 bom pintar dengan dukungan teknologi canggih. Bom-bom tersebut terutama diarahkan ke instalasi-instalasi militer Irak. Serangan awal diperkirakan bakal datang dari wilayah selatan Kuwait dan sebelah utara Turki. Ini pun dengan catatan andai pemerintah Turki mengizinkan negaranya menjadi basis militer Pasukan Koalisi.
Serangan juga didukung puluhan kapal perang, baik kapal induk maupun fregat, di perairan Teluk Persia. Maklum, serangan rudal laut ke darat dan pesawat tempur dari kapal induk menjadi satu di antara tumpuan efektifitas gempuran ke Baghdad. Sementara di perbatasan Irak-Kuwait, sekitar 150 ribu personel Pasukan Koalisi telah siap siaga mengamankan situasi, terutama bila serangan udara dan pengeboman dianggap berjalan efektif.(ANS/Ipd)
Bila perang benar-benar meletus, pesawat-pesawat tempur AS dan sekutunya siap meluncurkan 3.000 bom pintar dengan dukungan teknologi canggih. Bom-bom tersebut terutama diarahkan ke instalasi-instalasi militer Irak. Serangan awal diperkirakan bakal datang dari wilayah selatan Kuwait dan sebelah utara Turki. Ini pun dengan catatan andai pemerintah Turki mengizinkan negaranya menjadi basis militer Pasukan Koalisi.
Serangan juga didukung puluhan kapal perang, baik kapal induk maupun fregat, di perairan Teluk Persia. Maklum, serangan rudal laut ke darat dan pesawat tempur dari kapal induk menjadi satu di antara tumpuan efektifitas gempuran ke Baghdad. Sementara di perbatasan Irak-Kuwait, sekitar 150 ribu personel Pasukan Koalisi telah siap siaga mengamankan situasi, terutama bila serangan udara dan pengeboman dianggap berjalan efektif.(ANS/Ipd)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302055/original/028598000_1784530995-Presiden_ke-7_Jokowi_kumpulkan_teman_kuliah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339680/original/094165700_1788424535-cek_fakta_teddy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/389350/original/190303cLokasiTempurAS2.jpg)