Sukses

Menlu Retno: KTT G20 Tak Boleh Gagal, Hasilnya Dinanti Miliaran Orang di Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Penyelenggaraan KTT G20 akan diselenggarakan pada bulan depan, tepatnya 32 hari lagi pada 15-16 November 2022 mendatang di Bali. 

Menlu Retno Marsudi sendiri mengatakan bahwa segala persiapannya telah dilakukan, baik persiapan logistik maupun persiapan substansinya. 

Walaupun demikian, presidensi Indonesia di G20 pada tahun ini disebut Menlu Retno merupakan yang paling sulit lantaran dunia sedang menghadapi multiple crisis. 

Masalah-masalah tersebut termasuk pandemi yang belum tuntas, perang di Ukraina, tensi geopolitik menajam, dan juga terjadinya krisis pangan, energi, dan keuangan. Karena hal tersebut, ia mengatakan bahwa dalam pembahasannya diperlukan inovasi atau cara baru agar pembahasannya tidak terhenti. 

"Sudah akan pasti diskusi dalam KTT, sebagaimana terjadi pada pertemuan G20 tingkat menteri dan bahkan pertemuan multilateral lain, akan penuh dinamika. Itu sudah pasti akan terjadi," ujar Menlu Retno dalam pres briefing di Kementerian Luar Negeri, Kamis (13/10/2022).

"Dalam kondisi normal saja, negosiasi di G20 tidak pernah mudah, apalagi dalam kondisi saat ini di mana posisi negara benar-benar terdapat gapyang cukup lebar antara satu posisi dengan posisi yang lain. Sehingga dapat dibayangkan tingkat kesulitan saat ini seperti apa. Itu adalah faktanya," sambungnya lagi.

Menlu juga mengatakan bahwa tugas Indonesia sebagai presiden G20 adalah mengelola agar dinamika yang sangat luar biasa tersebut tidak merusak seluruh bangunan G20.

"It is not about the presidency itself, tetapi Indonesia justru berpikir panjang, berpikir untuk dunia. Bahwa G20 tidak boleh gagal karena G20 hasil kerjanya ditunggu oleh masyarakat dunia. Sekali lagi tidak boleh gagal," tegas Menlu. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

KTT G20 Tak Boleh Gagal

G20 adalah salah satu dari sedikit forum ekonomi dunia yang masih dapat bekerja merespons krisis global saat ini.

"Taruhannya terlalu besar jika G20 gagal karena menyangkut nasib dan kesejahteraan miliaran penduduk dunia, terutama di negara berkembang," tambah Menlu.

Oleh karena itu, Indonesia terus mengajak negara anggota G20 untuk menunjukkan tanggung jawabnya kepada dunia.

"Keberhasilan G20 bukan di tangan satu dua negara, tetapi berada di tangan seluruh anggota G20. It is a collective responsibility," ujarnya lagi. 

3 dari 4 halaman

Komitmen Indonesia

Menlu Retno juga mengatakan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab yang besar dalam menyukseskan KTT G20.

"Kalau kita ingin dikatakan sebagai negara besar, maka tanggung jawabnya pun juga besar. Dan tanggung jawab itu harus ditunaikan dengan baik. Itulah pesan yang kita terus sampaikan kepada negaranegara anggota G20," ujarnya. 

Komitmen Indonesia sendiri tetap sama, yakni untuk memaksimalkan usahanya menyukseskan KTT G20. Selain itu, Indonesia juga mengharapkan kerjasama konkret yang bermanfaat untuk dunia. 

"Mengenai Komitmen Indonesia, komitmen Indonesia tetap, crystal clear: We will do our best agar G20 menghasilkan kerja sama konkret. Saya ingin garis bawahi, kerjasama konkret yang tidak saja berguna bagi anggotanya, namun juga bagi dunia, terutama bagi negara berkembang,"  ujar Menlu lagi. 

 

4 dari 4 halaman

Menlu Retno Terus Jalankan Komunikasi Intensif

Menlu Retno Marsudi juga terus menjalin komunikasi dengan seluruh Menlu G20 untuk memaksimalkan upaya perdamaian dan penyuksesan KTT G20. 

"Minggu ini, saya kembali lakukan komunikasi satu per satu dengan mereka, antara lain dengan Menteri Luar Negeri Perancis, Menteri Luar Negeri Inggris, Menteri Luar Negeri Jerman, Menteri Perdagangan Kanada. Dan semalam, melalui Dubes kita di Beijing saya juga sampaikan beberapa pesan. Sampai hari H nanti, komunikasi akan terus kita lakukan," ujarnya. 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS