Sukses

Presiden Jokowi Tak Hadiri Sidang Majelis Umum PBB Ke-77, Menlu Retno Bakal Pimpin Delegasi

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak menghadiri Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-77. Namun, Menlu Retno Marsudi tetap akan hadir dan memimpin delegasi ke Amerika Serikat (AS). 

"Konfirmasi yang kami terima, memang Bapak Presiden tidak berangkat untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB tahun ini," ujar Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu, Tri Tharyat, dalam media briefing Kemlu di Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (12/9/2022).

Dirjen Tri turut menambahkan, Menlu Retno Marsudi akan menyampaikan pidato dalam Sidang PBB tersebut, sementara Presiden Jokowi tidak akan menyampaikan pidatonya lewat video karena keputusan PBB. 

Ia mengatakan, PBB telah memutuskan akan menyelenggarakan acara secara offline sepenuhnya. "Sesuai tata urutan pembicara, Ibu Menlu akan bicara atas nama Republik Indonesia," kata Dirjen Tri.

Walaupun demikian, Dirjen Tri menegaskan peran Jokowi tetap akan sangat penting dalam rangkaian Sidang Majelis Umum PBB. Sementara itu, pidato Jokowi akan ditampilkan dalam forum-forum selama rangkaian sidang. 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Penghargaan untuk Jokowi

Presiden Jokowi akan menerima penghargaan bertajuk "Global Citizen Award 2022" yang bersamaan dengan rangkaian kegiatan Sidang Majelis Umum PBB ke-77.

Penghargaan tersebut diberikan oleh suatu lembaga think-tank terkemuka di Amerika Serikat yakni Atlantic Council.

Berbagai proses telah dilewati sebelum pihak penyelenggara akhirnya memberikan penghargaan tersebut kepada Presiden Jokowi.

"Bapak Presiden diberikan penghargaan ini lewat suatu proses oleh tim di dalam Atlantic Council, dan kenapa beliau terpilih karena award ini merupakan bentuk pengakuan kepemimpinan Indonesia di G20 khususnya mendorong kolaborasi dan penanganan global dan upaya Bapak Presiden dalam menciptakan perdamaian internasional, dan kerja sama pasca-pandemi," ujar Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu, Tri Tharyat, dalam media briefing Kemlu di Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (12/9/2022).

3 dari 4 halaman

Alasan Pemberian Penghargaan

Selain itu, kehadiran Presiden Jokowi di Moskow dan di Kiev juga menjadi pertimbangan lain dalam pemberian penghargaan tersebut. Hal ini dianggap sebagai suatu bentuk dukungan politik presiden bagi upaya pencapaian solusi atas krisis pangan dan energi serta keuangan, juga bagaimana konflik ini bisa diturunkan. 

Dirjen Tri Haryat turut menambahkan bahwa penghargaan ini merupakan suatu bentuk pengakuan atas perjalanan karier Jokowi yang meniti kariernya dari bawah. 

4 dari 4 halaman

Global Citizen Award

Global Citizen Award diberikan kepada pemimpin dunia dan individu yang berprestasi, yang membuat karya besar bagi kemanusiaan. 

Sebelum Jokowi, sejumlah pemimpin negara yang telah menerima penghargaan tersebut adalah Presiden Korea Selatan, PM Belanda dan PM Norwegia. 

Selain tokoh kenegaraan, tokoh lain yang menerima penghargaan tersebut adalah sejumlah aktivis. 

Untuk tahun ini, presiden Indonesia akan menerima penghargaan bersama dengan PM Swedia dan Presiden Finlandia. Dikarenakan Jokowi tidak bisa menerimanya secara lansung, Menlu Retno Marsudi akan mewakilinya untuk menerima penghargaan. Namun, ia tetap akan menyampaikan pesan lewat video dalam kesempatan tersebut. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.