Sukses

Artileri Berat Rusia Gempur Wilayah Donetsk, Kharkiv Tewaskan 3 Warga Ukraina

Liputan6.com, Jakarta Militer Ukraina pada Senin 15 Agustus 2022 melaporkan serangan artileri berat yang dilakukan oleh Rusia. Sedikitnya tiga warga Ukraina tewas dan 20 lainnya mengalami cedera akibat serangan tersebut.

Mengutip VOA Indonesia, Selasa (16/8/2022), tiga korban tewas dan 13 orang yang mengalami cedera tercatat berada di wilayah timur Donetsk, di mana pertempuran sengit telah berlangsung selama berminggu-minggu. Pasukan Moskow menarget berbagai kota dan desa di wilayah tersebut sejak Minggu 14 Agustus, dan menyerang gedung-gedung perumahan yang menjadi tempat tinggal para warga.

Sementara itu, tujuh orang lainnya yang mengalami cedera berada di Kharkiv, kota kedua terbesar di Ukraina di mana Rusia menyerang bangunan rumah tinggal dan area dekat halte bis.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah menyerang fasilitas militer di Kharkiv yang menewaskan paling sedikit 100, dan mencederai 50 tentara bayaran dari Polandia dan Jerman. Klaim ini tidak dapat diverifikasi.

Sementara itu, pihak militer Ukraina mengatakan, pihaknya telah menghancurkan lebih dari 10 gudang milik Rusia yang berisi amunisi dan perlengkapan militer pada minggu lalu.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pasukan Rusia Gempur Bagian Timur dan Selatan Ukraina

Militer Ukraina, Senin (15/8), melaporkan gempuran hebat pasukan Rusia di wilayah Donbas, Ukraina Timur, serta di beberapa daerah di Ukraina Selatan, termasuk kota-kota di sekitar Kherson dan Mykolaiv.

Laporan dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina itu juga menyebut tembakan tank dan serangan udara di kota-kota di bagian timur dan selatan Zaporizhzhia.

Mengutip VOA Indonesia, ketegangan terasa tinggi di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia. Kedua pihak terus saling menuduh pihak lain melepaskan tembakan di dekat PLTN itu. Rusia merebut fasilitas itu pada bulan Maret, tidak lama setelah menginvasi Ukraina.

Operator PLTN itu melaporkan bahwa fasilitas tersebut terancam melanggar standar radiasi dan kebakaran setelah lonjakan tembakan roket pada minggu lalu.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 4 halaman

Ancaman Nyata Bencana Nuklir

Kepala Badan Energi Atom Internasional mengatakan “ada ancaman nyata bencana nuklir” jika pertempuran tidak dihentikan dan para inspektur tidak diizinkan memasuki fasilitas tersebut.

Sementara itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menggunakan sebagian pidato hariannya pada Minggu malam untuk meminta warga Rusia agar menentang perang yang diluncurkan Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Februari lalu. Zelenskyy mengatakan warga negara Rusia yang bungkam mengenai perang itu berarti mendukung perang tersebut.

“Tidak peduli di mana pun Anda berada – di wilayah Rusia atau di luar negeri – suara Anda harus terdengar dalam mendukung Ukraina, dan karena itu menentang perang ini,” kata Zelenskyy.

Ia juga menyuarakan dukungan bagi kemungkinan larangan visa Uni Eropa bagi para pengunjung Rusia.

 

4 dari 4 halaman

Markas Pasukan Rusia Bocor di Media Sosial, Ukraina Kirim Roket

Roket Ukraina menghancurkan markas dari pasukan paramiliter Rusia bernama Wagner. Lokasi markas Wagner terkuak secara tidak sengaja di media sosial.

Menurut laporan BBC, Selasa (16/8/2022), Wagner adalah sebuah PMC (private military company) yang bertindak sesuai kepentingan Rusia. Wagner pernah juga dikirim ke Suriah, Libya, dan Mali. Pihak Rusia membantah eksistensi grup tersebut.

Di tengah perang Ukraina-Rusia, pasukan Wagner di Popasna, Luhansk. Lokasinya tersebar ketika jurnalis pro-Rusia menyebar foto lima tentara di depan markasnya, namun di sisi foto ada alamat yang terlihat.

Lokasi Popasna berada di selatan Severodonetsk di Luhansk. Daerah itu kini diduduki Rusia. Meski foto yang tersebar sudah dihapus, salinannya terlanjur tersebar luas.

Gubernur Luhansk, Serhiy Hayday, berkata lokasi markas Wagner memang terkuak gara-gara foto tersebut. Hayday berkata jumlah korban tewas masih dicari tahu.

Selengkapnya di sini...

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS