Sukses

Usai Kunjungi Ukraina, Kini Presiden Jokowi Bertolak Menuju Rusia

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Jokowi telah selesai melakukan lawatan di Ukraina dan kini bertolak menuju Rusia. 

"Kembali berkereta api menuju kota Przemysl, Polandia, untuk melanjutkan lawatan perdamaian ke Moskow, Rusia," tulisnya dalam postingan terbaru Instagram resmi @jokowi. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah berdialog dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy dan menawarkan diri untuk membawa pesan untuk Vladimir Putin. Hal ini tentu dilakukan untuk mencoba meningkatkan harapan perdamaian.

Tidak segera jelas bagaimana Zelenskyy menanggapi tawaran yang dibuat oleh Jokowi - panggilan akrab Presiden Widodo - selama pembicaraan di Kyiv atau apakah pemimpin Ukraina itu memiliki pesan yang ingin dia sampaikan kepada Putin.

“Meskipun sangat sulit dicapai, saya menyampaikan pentingnya resolusi perdamaian,” kata Jokowi usai bertemu Zelenskyy. 

"Saya menawarkan untuk menyampaikan pesan dari Presiden Zelenskyy kepada Presiden Putin yang akan segera saya temui."

Presiden Jokowi juga menyampaikan undangan secara langsung kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk berpartisipasi dalam KTT G20 yang akan diselenggarakan bulan November tahun ini di Bali.

Hal ini disampaikan Jokowi saat bertemu Presiden Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kyiv, Ukraina, Rabu 29 Juni 2022. Dalam pertemuan itu, Jokowi juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkokoh kerja sama bilateral dengan Ukraina.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

30 Tahun Hubungan Diplomatik

"Tahun ini adalah 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Ukraina. Saya menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kerja sama yang lebih baik," kata Jokowi dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Kamis (30/6/2022).

Jokowi mengatakan bahwa kunjungannya ke Ukraina merupakan perwujudan kepedulian masyarakat Indonesia untuk Ukraina. Dia menegaskan posisi Indonesia mengenai pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah.

Meskipun masih sangat sulit dicapai, Jokowi juga tetap menyampaikan pentingnya penyelesaian damai dan mengatakan bahwa spirit perdamaian tidak boleh pernah luntur.

Selanjutnya, Jokowi menyampaikan kepeduliannya terhadap dampak perang bagi kemanusiaan. Dengan kemampuan yang ada, rakyat dan pemerintah Indonesia berusaha memberikan kontribusi bantuan, termasuk obat-obatan dan komitmen rekonstruksi rumah sakit di sekitar Kyiv.

Di samping itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan pentingnya Ukraina bagi rantai pasok pangan dunia. Dia menilai semua usaha harus dilakukan agar Ukraina bisa kembali melakukan ekspor bahan pangan.

"Penting bagi semua pihak untuk memberikan jaminan keamanan bagi kelancaran ekspor pangan Ukraina, termasuk melalui pelabuhan laut. Saya mendukung upaya PBB dalam hal ini," tegasnya.

3 dari 3 halaman

Zelenskyy Apresiasi Kunjungan Jokowi

Sementara itu, Presiden Zelenskyy menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Presiden Jokowo ke Ukraina. Di menuturkan ini adalah kunjungan pemimpin negara Asia pertama ke Ukraina sejak invasi melanda Ukraina.

"Terima kasih atas kehadiran Presiden Jokowi yang merupakan kunjungan pertama pemimpin Asia sejak invasi melanda Ukraina," ucapnya.

"Saya juga mengundang kalangan usaha Indonesia untuk berpartisipasi dalam rekonstruksi Ukraina pasca perang," sambung Zelenskyy.