Sukses

Kim Jong-un Serukan Peningkatan Militer, Indikasikan Penambahan Senjata Nuklir Taktis

, Pyongyang - Kim Jong-un memimpin pertemuan tiga hari Komisi Militer Pusat ke-8 Korea Utara, di mana para pejabat tinggi "menyetujui masalah penting dalam memberikan jaminan militer untuk lebih memperkuat pencegah perang negara itu," kata media resmi KCNA.

Selama pertemuan itu, seperti dikutip dari DW Indonesia, Sabtu (25/6/2022), Korea Utara jarang menyinggung tentang merevisi rencana perangnya, dan mengatakan telah memutuskan untuk meningkatkan tugas operasional unit garis depannya dengan "rencana aksi militer yang penting".

KCNA tidak merinci rencana tersebut, yang tampaknya menargetkan Korea Selatan, kata para analis.

Seorang mitra senior di Institut Korea untuk Unifikasi Nasional di Korea Utara, Hong Min, menyebut "Korea Utara bisa saja meningkatkan kemungkinan penggunaan senjata nuklir taktis dalam rencana operasi barunya mengingat penggunaan istilah pencegah perang yang digunakannya untuk merujuk pada kemampuan nuklir.”

KCNA pada hari Kamis merilis foto pejabat tinggi Korea Utara membawa peta dalam pertemuan di pantai timur Semenanjung Korea, di mana pembangkit listrik tenaga nuklir Korea Selatan berada.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, kemudian dikabarkan memerintahkan penguatan kemampuan pertahanan negara itu saat ia mengakhiri pertemuan penting dengan pejabat tinggi militer. Media pemerintah Korea Utara pada Jumat 24 Juni menyebut perintah ini mengindikasikan penambahan senjata nuklir taktis.

Pertemuan itu diawasi ketat karena spekulasi yang berkembang bahwa Pyongyang dapat melakukan uji coba nuklir pertamanya dalam lima tahun, yang menurut pejabat AS dan Korea Selatan dapat dilakukan "kapan saja" sekarang.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Sikap Korea Selatan

Ditanya isu tentang Korea Utara, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol mengatakan Seoul sedang mempersiapkan "tanggapan tegas" terhadap kegiatan Korea Utara.

Laporan KCNA tidak secara langsung menyebutkan program nuklir atau rudal balistik Korea Utara, tetapi dikatakan bahwa Ri Pyong Chol, yang telah memimpin pengembangan rudal Korea Utara, terpilih sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat Partai.

"Mengingat posisi simbolis Ri dalam proses kemajuan nuklir Korea Utara, pemilihan tersebut menunjukkan keinginannya untuk mempercepat pengembangan senjata strategis dan taktis,” kata Hong dari Institut Korea.

Seorang pejabat di kementerian unifikasi Seoul yang menangani urusan antar-Korea mengatakan, Pyongyang tampaknya sengaja mengungkapkan foto itu, dan kemungkinan akan meningkatkan ancaman terhadap Korea Selatan di masa mendatang.

Korea Utara telah menguji sejumlah rudal balistik yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun ini, termasuk rudal balistik antarbenua besar (ICBM), rudal hipersonik baru, dan rudal jarak pendek yang berpotensi dirancang untuk senjata nuklir taktis.

Pada bulan April, Pyongyang melakukan uji coba jenis baru senjata berpemandu taktis yang bertujuan "secara drastis meningkatkan daya tembak unit artileri jarak jauh garis depan dan meningkatkan efisiensi dalam pengoperasian nuklir taktis".

3 dari 4 halaman

Seoul Deteksi Dugaan Peluncuran Misil Terbaru Korea Utara

Sebelumnya pada Minggu 12 Juni 2022 Korea Utara diduga melakukan uji coba misil ke laut, kata militer Korea Selatan. Ini beberapa hari setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyerukan peningkatan kemampuan pertahanan untuk mengatasi ancaman dari luar.

Mengutip laporan VOA Indonesia, Senin (13/6/2022), Ketua Gabungan Kepala Staf Korea Selatan dalam pernyataan mengatakan pihaknya pada Minggu pagi mendeteksi beberapa peluncuran yang diyakini sebagai misil Korea Utara.

Pernyataan itu mengatakan Korea Selatan mempertahankan kesiagaan kuat militernya berkoordinasi secara erat dengan Amerika di tengah meningkatnya pemantauan terhadap Korea Utara.

Selama pertemuan dewan keamanan nasional yang membahas dugaan peluncuran itu, para pejabat Korea Selatan menyatakan prihatin Korea Utara sedang meningkatkan sistem persenjataan yang secara langsung mengancam Korea Selatan.

Menurut kantor presiden, Korea Selatan juga akan menanggapi dengan tegas upaya Korea Utara tersebut.

Uji coba misil Korea Utara itu kurang menarik perhatian pihak luar daripada peluncuran misil sebelumnya. Tetapi misil jarak jauh yang canggih itu menjadi ancaman keamanan serius bagi wilayah metropolitan terpadat di Korea Selatan, yang jaraknya hanya 40-50 kilometer dari perbatasan dengan Korea Utara.

Dugaan peluncuran misil itu merupakan yang terbaru dari serangkaian uji senjata Korea Utara tahun ini yang dikatakan para pakar asing merupakan upaya untuk menekan saingannya, Washington dan Seoul agar melonggarkan sanksi internasional terhadap Pyongyang dan membuat konsesi lainnya.

4 dari 4 halaman

Menlu Baru Korut

Korea Utara memiliki Menteri luar negeri baru. Ia adalah seorang diplomat veteran perempuan yang fasih berbicara bahasa Inggris dan familiar bagi AS.

Sosok Choe Son Hui diketahui berpengalaman dalam berunding puluhan tahun dengan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara besar lainnya.

Media pemerintah pada Sabtu 11 Juni 2022 mengumumkan ditunjuknya Choe Son Hui menjadi menteri luar negeri perempuan pertama Korea Utara. Seperti juga dikutip dari VOA Indonesia, Minggu (12/6/2022), ia juga termasuk salah satu pejabat perempuan tertinggi dalam sejarah.

Sejauh ini tidak jelas apakah dipilihnya Choe, yang dilakukan dalam pertemuan politik besar selama beberapa hari di Pyongyang, menunjukkan perubahan yang lebih luas dalam pendekatan Korea Utara terhadap AS.

Seperti diketahui, Korea Utara meninggalkan pembicaraan nuklir pada 2019 dan berulang kali mengabaikan undangan untuk berdialog oleh pemerintahan Presiden Joe Biden.

Sebaliknya, Korea Utara meluncurkan 31 rudal balistik tahun ini, memecahkan rekor peluncuran yang dilakukan pada 2019 sebanyak 25 rudal. Selain itu, juga terdapat sejumlah tanda bahwa Korea Utara sedang bersiap untuk melakukan uji coba nuklir lagi, kata Badan Energi Atom Internasional pada pekan ini.

Selama periode ketegangan AS-Korea Utara pada masa lalu, Choe mengambil pendekatan yang lebih lembut.

Dalam perjalanan karirnya, para analis mengatakan, kenaikan pangkat Choe bisa mewakili kesediaan Korea Utara untuk berdialog dengan Washington.