Sukses

Grup Angklung Vibrations dari Indonesia Tampil di Fete de la Musique Kaledonia Baru

Liputan6.com, Noumea - Musik angklung kontemporer hadir di acara pesta musik di Kaledonia Baru yang merupakan wilayah Prancis di Pasifik Selatan. Grup Angklung Vibrations itu hadir di acara Fete de la Musique digagas oleh Menteri Kebudayaan Prancis, Jack Lang, pada tahun 1982.

Dilansir situs resmi Kemlu, Jumat (24/6/2022), di Kaledonia Baru, festival musik digelar di beberapa wilayah termasuk salah satunya di Bibliotheque Denis FREY, kota Mont-Dore. Di kota ini “Angklung Vibrations" diundang untuk tampil selama 45 menit.

Angklung Vibrations adalah group angklung kontemporer asuhan Persatuan Masyarakat Indonesia dan Keturunannya (PMIK) di Kaledonia Baru. Pada festival musik kali ini, group ini menyajikan musik dan lagu karya sendiri yang dapat dinikmati para penonton.

Angklung Vibrations didirikan tahun 2015. Di Indonesia, group ini pernah tampil di Saung Udjo Bandung, Lembaga Prancis Indonesia di Yogyakarta, dan diundang oleh diaspora Indonesia di Solo. Sedangkan di Kaledonia Baru, group ini telah tampil di berbagai acara. Pada tahun 2018, group ini telah merilis album berjudul “Sanggupkah Kita" .

Dalam berbagai kesempatan group Angklung Vibrations telah membantu KJRI Noumea dalam mempromosikan budaya Indonesia di Kaledonia Baru.

Belum lama ini, perwakilan Indonesia juga turut menghadirkan acara budaya di Turki. 

Konsulat Jenderal Republik Indonesia Istanbul melaksanakan diplomasi kulinerIndonesia dengan terlibat aktif pada Festival Beyoglu International Flavours yang diselenggarakan oleh pemerintah kota Beyoglu selama 5 hari penuh, 15 Juni – 19 Juni 2022 di pusat wisata terkini dan terkemuka, Galataport, Istanbul.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Kuliner Indonesia di Festival Beyoglu International Flavours

Berdasarkan laporan KJRI Istanbul, pada Festival Beyoglu, KJRI Istanbul bersama 12 pelaku usaha kuliner Indonesia di Istanbul yang tergabung dalam Komunitas Ekonomi Diaspora Indonesia (KEDI) Istanbul, tidak hanya berorientasi memperkenalkan kuliner Indonesia namun juga sukses melakukan promosi ekonomi ragam kuliner otentik Indonesia.

Aneka soto, rendang, pempek dan masih banyak lagi dari ragam kuliner Indonesia selalu habis dibeli pencinta kuliner Indonesia yang bukan hanya berasal dari komunitas diaspora Indonesia di Istanbul tetapi juga warga negara asing lainnya.

“Hal ini sejalan dengan tujuan awal diluncurkannya KEDI yaitu mensinergikan kegiatan ekonomi pelaku usaha kecil dan menengah diaspora Indonesia di Kawasan Marmara untuk mempromosikan produk-produk UMKM otentik Indonesia di berbagai bidang," ujar Konsul Jenderal RI di Istanbul, Imam As'ari.

Tak hanya meriahkan Festival Beyoglu dengan penjualan produk kuliner, Indonesia juga marakkan panggung Festival dengan demo memasak Soto Indonesia oleh Chef Wisma KJRI Istanbul, Chef Viki dan Chef restoran Rumah Kita di Istanbul, Chef Selamet serta serangkaian pagelaran seni budaya Indonesia seperti tari-tari Bali oleh Sanggar Jegeg Bali, Pencak Silat dan tari Tor-Tor oleh Pusbin KJRI Istanbul dan GISBI serta pertunjukan musik angklung oleh Dharma Wanita Persatuan KJRI Istanbul.

3 dari 3 halaman

Kuliner RI Juga Diserbut di Festival Filipina

KBRI Manila ikut membawa kuliner dan performa seni Indonesia ke acara International Mini Bazaar dan ASEAN Food Festival yang digelar di Kota Pasay pada 12 Juni 2022. Berbagai kuliner Indonesia dihadirkan bersama produk-produk kerajinan tangan.

Menurut laporan KBRI Manila, Selasa (14/6), menu kuliner Indonesia diserbu pengunjung dan hampir semua makanan ludes sebelum acara selesai. 

 

"Makanan khas Indonesia sangat digemari oleh para pengunjung. Hampir semua yang ditawarkan habis dibeli oleh para pengunjung bahkan sebelum bazaar ditutup", ungkap Ida, Pengurus Dharma Wanita Persatuan KBRI Manila yang hadir pada kegiatan tersebut.

Makanan yang disajikan antara lain adalah rendang, nasi goreng, sate ayam, mie goreng, pempek, tekwan, cendol, es pisang hijau, sosis solo dan berbagai jajanan khas Indonesia lainnya.

Selain booth makanan Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila bersama Dharma Wanita KBRI Manila juga membuka booth kerajinan tangan yang menawarkan berbagai produk Indonesia seperti kain dan busana batik, tas, kipas, serta barang kerajinan tangan lainnya.

Yang lebih menarik lagi, guna lebih mempromosikan budaya Indonesia, pada acara pembukaan KBRI Manila juga menampilkan Tari Yapong dan Tari Baris Tunggal Bali. Para penari adalah staf KBRI Manila yang dibimbing langsung oleh Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan.

Kedua tarian tersebut ditampilkan ditengah tari-tarian lain dari Filipina dan disambut dengan cukup meriah oleh para pengunjung.

Sejumlah negara lain yang berpartisipasi pada kegiatan tersebut antara lain Argentina, Australia, Belgium, Cambodia, China, Denmark, Indonesia, Japan, Malaysia, Myanmar, New Zealand, Peru, Romania, South Africa, Sri Lanka, Syria, Tanzania, Thailand, Ukraine, Viet Nam, dan Uni Emirate Arab. 

Acara yang merupakan kerja sama antara International Bazaar Foundation, Inc. (IBF) Department of Foreign Affairs (DFA), Filipina dan ASEAN Ladies Foundation, serta Perwakilan Asing di Filipina, merupakan acara tahunan yang dihadiri oleh ratusan masyarakat umum warga negara asing, maupun masyarakat setempat. Selama dua tahun pandemi, acara tersebut tidak dapat dilaksanakan karena pembatasan kegiatan berkumpul.