Sukses

Korea Utara Lakukan Latihan Menembak Resimen Rudal Lewat Kereta Api

Liputan6.com, Pyongyang - Korea Utara menggelar latihan menembak untuk memeriksa dan menilai kemahiran dalam prosedur tindakan resimen rudal yang dibawa kereta api di Provinsi Phyongan Utara. Itu berlangsung pada Jumat (14/1) waktu setempat.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) dari Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) melaporkan perkembangan uji coba tersebut pada Sabtu (15/1) dini hari.

Latihan itu bertujuan untuk memeriksa postur siaga resimen dan memperkuat kemampuan mereka dalam menjalankan misi daya tembak, demikian dikutip dari laman Xinhua, Sabtu (15/1/2022).

Aktivitas berlatih ini diawasi oleh perwira komandan Tentara Rakyat Korea Utara dan pejabat terkemuka dari Akademi Ilmu Pertahanan, kata KCNA.

Resimen menerima misi daya tembak dengan pemberitahuan singkat dari Staf Umum di pagi hari pada Jumat 14/1) sebelum dengan cepat bergerak ke tempat penembakan.

Kemudian, secara tepat mengenai target yang ditetapkan di Laut Timur Korea dengan dua peluru kendali taktis, KCNA melaporkan.

Pejabat militer membahas pengaturan sistem operasi rudal yang dibawa kereta api yang tepat di seluruh negeri dan mencari cara untuk lebih menyelesaikan gaya metode pertempuran Korea Utara dengan rudal yang dibawa kereta api, menurut laporan itu.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Korsel dan Jepang Geram

Korea Utara menembakkan sesuatu yang diyakini sebagai rudal balistik ke laut pada Rabu (5/1) kata Korea Selatan dan Jepang.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Korsel dan Jepang menyebut, ini adalah peluncuran rudal pertama oleh Pyongyang tahun 2022.

Dalam dekade sejak Kim Jong-un mengambil alih kekuasaan, Korea Utara telah mengalami kemajuan pesat dalam teknologi militernya dengan mengorbankan sanksi internasional.

Peluncuran senjata pertama negara bersenjata nuklir itu pada tahun 2022 mengikuti satu tahun uji coba senjata utama meskipun kesulitan ekonomi yang parah selama pandemi virus corona.

Militer Korea Selatan mengatakan, Korea Utara menembakkan apa yang "diduga sebagai rudal balistik" ke arah laut timur semenanjung itu sekitar pukul 08.10 pagi (waktu setempat).

Setelah pertemuan darurat, dewan keamanan nasional Korea Selatan "menyatakan keprihatinan atas peluncuran itu", menurut sebuah pernyataan oleh kantor presiden.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menggambarkannya sebagai "kemungkinan peluncuran rudal balistik".

"Sangat disesalkan bahwa Korea Utara terus meluncurkan rudal sejak tahun lalu," katanya kepada wartawan.

3 dari 3 halaman

infografis nuklir korea utara