Liputan6.com, London - Studi yang dilakukan oleh Imperial College London yang diterbitkan pada Senin (10/1), menunjukkan sel-T tingkat tinggi dari virus flu biasa dapat memberikan perlindungan terhadap COVID-19. Temuan tersebut memberikan informasi mengenai pendekatan yang dapat digunakan untuk membuat vaksin generasi kedua.
Kekebalan terhadap COVID-19 adalah gambaran yang kompleks. Bukti konkret menunjukkan adanya penurunan antibodi enam bulan setelah seorang individu mendapatkan vaksin. Namun sel-T diyakini memainkan peran penting dalam memberikan perlindungan tersebut.
Penelitian yang dimulai pada September 2020 itu, melihat tingkat sel-T reaktif silang yang dihasilkan oleh flu biasa pada 52 kontak rumah tangga tak lama setelah terpapar COVID-19, untuk melihat apakah mereka terus meningkatkan infeksi.
Advertisement
Studi tersebut menemukan 26 orang yang tidak terinfeksi memiliki tingkat sel-T yang jauh lebih tinggi daripada orang yang terinfeksi. Imperial tidak mengatakan berapa lama perlindungan sel-T akan bertahan, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Kamis (13/1/2022)
"Kami menemukan bahwa sel-T tingkat tinggi yang sudah ada sebelumnya, yang dibuat oleh tubuh ketika terinfeksi virus corona manusia lainnya seperti flu biasa, dapat melindungi dari infeksi COVID-19," kata penulis studi Dr Rhia Kundu, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Penulis penelitian itu, yang diterbitkan di jurnal Nature Communications, mengatakan bahwa protein internal virus SARS-CoV-2 yang ditargetkan oleh sel-T dapat menawarkan target alternatif bagi pembuat vaksin.
Â
* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Protein Lonjakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3580992/original/095316100_1632383912-20210923-Vaksinasi-COVID-19-Surabaya-3.jpg)
Vaksin COVID-19 saat ini menargetkan protein lonjakan, yang bermutasi secara teratur, menciptakan varian seperti Omicron yang mengurangi kemanjuran vaksin melawan infeksi bergejala.
"Sebaliknya, protein internal yang ditargetkan oleh sel-T pelindung yang kami identifikasi bermutasi jauh lebih sedikit," kata Profesor Ajit Lalvani, rekan penulis studi tersebut.
"Akibatnya, mereka awet berada di antara berbagai varian SARS-CoV-2, termasuk omicron. Oleh karena itu, vaksin baru yang menyertakan protein internal yang dilestarikan ini akan menginduksi respons sel T pelindung yang luas yang seharusnya melindungi dari varian SARS-CoV-2 pada saat ini dan di masa depan," katanya.
Advertisement
Infografis Perang Global Melawan Corona
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3076112/original/097740500_1584102663-Infografis_Perang_Global_Melawan_Corona.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481050/original/073182400_1769075263-Gubernur_Jawa_Barat_Dedi_Mulyadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335137/original/038803100_1787912353-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3660433/original/051660600_1639309974-realistic-3d-coronavirus-cells-collection-six_1017-24804.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411698/original/040353100_1479708120-Inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4958108/original/084997400_1727840128-20241002-Topan_Kraton-AFP_5.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Buku dari Warga untuk Warga di HUT Jakarta](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/EyKU3eLgkKpcPpD5ZVoZieqU4Qo=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583700/original/080762500_1782546052-Prof_Tjandra_Yoga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8303352/original/055143700_1782168148-Sidang_kasus_korupsi_wastafel_Covid-19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3910505/original/020707300_1642741792-20220121-FOTO---BERBAGI-SAYURAN-HERMAN-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579807/original/001907400_1778075970-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421566/original/097314800_1763950193-WhatsApp_Image_2025-11-24_at_09.07.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3334658/original/040696600_1609125218-martin-sanchez-Tzoe6VCvQYg-unsplash.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 75 Mutasi Varian Baru COVID-19 Cicada](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/reSd7PVafZjUwHScr4SWjBnOLrk=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542694/original/067258800_1774950743-WhatsApp_Image_2026-03-31_at_3.38.47_PM.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Varian Baru Lagi COVID-19, Kini BA.3.2 'Cicada' dan Sudah Masuk Variant Under Monitoring](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/qRruizMJKhQEA4WLv378Rz_SNKw=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5541266/original/050683200_1774856802-WhatsApp_Image_2026-03-30_at_14.26.27.jpeg)