Sukses

Indonesia dan Malaysia Kolaborasi Tangani Pandemi COVID-19 hingga Pemulihan Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Malaysia Dato’ Saifuddin Abdullah melakukan kunjungan kerja dan menemui Menlu Retno Marsudi untuk membahas sejumlah topik utama. 

Salah satunya adalah kerja sama dan kolaborasi untuk menangani pandemi COVID-19.

Terkait pandemi, kedua pihak membahas sejumlah hal termasuk vaksin COVID-19 hingga pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

"Kita juga bertukar pikiran mengenai program vaksinasi di kedua negara yang Alhamdullillah telah melampaui target dari WHO."

"Kami sepakat bahwa semua vaksin yang telah mendapatkan EUL WHO harus diperlakukan sama dan Tidak boleh ada diskriminasi," ujar Menlu Retno dalam press briefing bersama dengan Dato’ Saifuddin Abdullah, Senin (18/10/2021).

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Cegah Penularan COVID

Indonesia dan Malaysia juga sepakat untuk membuat Mutual Recognition termasuk sertifikat vaksin hingga melakukan pengaturan lab-lab yang dipergunakan untuk melakukan tes PCR guna mengurangi penyalahgunaan keterangan hasil tes dan mengurangi resiko penularan COVID-19. 

"Saya dan Dato’ Saefuddin juga membahas penguatan arsitektur ketahanan kesehatan di kawasan yang mampu menghadapi potensi pandemi ke depan," tambah Menlu Retno. 

Keduanya sepakat agenda tersebut akan menjadi salah satu agenda penting dalam pembahasan KTT ASEAN pada akhir Oktober ini. 

3 dari 3 halaman

Penanganan Ekonomi

Angka perdagangan kedua negara pada periode Januari-Agustus tahun 2021 mencapai USD 13 miliar.

Hal tersebut membuktikan bahwa kerja sama ekonomi kedua negara masih berjalan dengan baik di tengah pandemi COVID-19. 

"Untuk menjaga momentum ini serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi kedua negara, kita memandang pentingnya memfasilitasi mobilitas pelaku bisnis dengan aman," ungkap Menlu Retno. 

Maka dari itu, kedua Menlu sepakat untuk mendorong kesepakatan Travel Corridor Arrangement bagi pebisnis esensial kedua negara. Kerangka kesepakatan ini tentunya akan melengkapi implementasi dari ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework (ATCAF) yang akan segera dijalankan.