Sukses

Patung Perunggu Elon Musk Dikritik Warganet di Twitter Lantaran Jauh dari Kata Mirip

Liputan6.com, New York - Belakangan ini patung perunggu Elon Musk yang dipamerkan di Lower Manhattan, New York pada Senin (28/06/2021) tengah viral di Twitter karena cuitan kurang mengenakan dari para netizen.

Melansir dari Independent pada Jumat (02/07/2021). Patung itu dibuat oleh situs web investasi Public.com, yang mengatakan bahwa patung itu juga membuat 100 miniatur untuk ulang tahun Elon Musk.

"Suka atau benci dia, @elonmusk genap berusia ke-50 tahun hari ini," tulis situs tersebut di Twitter pada Kamis (01/07/2021).

"Dan karena ambisi Elon (dan mungkin egonya) ini bukan miniatur, kami meletakkan patung seukuran manusia di 14th St. dan The High Line di NYC."

Patung tersebut berpose seperti seorang pria memakai kaos dengan kedua tangan memegang kepala dan sambil tersenyum. Patung seperti sedang melihat ke atas dengan garis rambut yang dianggap seperti Elon Musk padahal tidak. Malah beberapa orang mengira itu tampak seperti Gerald Ford dan Tony Soprano.

 

2 dari 2 halaman

Tuai Komentar Negatif

Usai patung tersebut dipamerkan ternyata warga Twitter berbondong-bondong mengejeknya karena tidak mirip sama sekali seperti Elon Musk.

"Saya akan menghancurkannya dengan kendaraan listrik Tesla Model S Plaid Edition saya," komentar yang lain.

"Patung mengerikan yang tidak terlihat seperti dia dan seharusnya tidak ada," ujar netizen lain.

Ada juga seorang netizen yang menawarkan instruksi tentang cara menggulingkan patung atau saran di mana harus membuangnya.

Lalu dijawab "Sangat dekat dengan Sungai Hudson, sangat nyaman," tulis seseorang.

“Terima kasih telah memposting lokasi! Saya akan segera mengotori ini," sambung netizen lain.

"Patung itu akan hancur berkeping-keping sebelum akhir minggu ini," prediksi seorang pengguna.

Sebagian besar warga Twitter membalas unggahan milik Public.com dengan berbagai komentar negatif bahkan komentar positif sulit ditemukan.

Elon Musk adalah seorang multimiliuner yang sukses menjabat sebagai CEO SpaceX dan Tesla serta inovator visioner. Meskipun demikian ia juga terkenal dengan komentarnya yang kontroversial. Misalnya saja penilaiannya terhadap hasil tes COVID-19 yang dianggap menyebarkan disinformasi dan gaya hidupnya yang berlebihan.

 

Reporter: Bunga Ruth