Sukses

Hong Kong Akan Mulai Vaksinasi COVID-19 Remaja 12 Tahun ke Atas

Liputan6.com, Hong Kong - Hong Kong akan memulai program vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak remaja berusia 12 tahun ke-atas untuk pertama kalinya.

Hal itu diumumkan oleh otoritas pemerintah Hong Kong pada Kamis (3/6), saat mengejar kampanye vaksinasi yang lebih luas di seluruh kota untuk memberi vaksin kepada 7,5 juta penduduk.

Dikutip dari Channel News Asia, Kamis (3/6/2021) remaja dari kelompok usia itu akan bisa mendapatkan vaksin COVID-19 BioNTech buatan Jerman, sementara remaja di atas 18 tahun bisa menerima suntikan vaksin Sinovac buatan China.

Hong Kong memulai program vaksinasi COVID-19 di wilayahnya pada Februari 2021, tetapi hanya sekitar 14 persen dari populasi wilayah tersebut yang telah divaksinasi COVID-19.

Dalam sebuah pernyataan pada Kamis (3/6), Menteri Kesehatan Hong Kong Sophia Chan mengatakan manfaat memperluas kelompok usia dalam vaksinasi COVID-19 dengan vaksin BioNTech lebih besar daripada risikonya.

Hal itu terlihat ketika negara-negara lain juga memvaksinasi penduduk dengan kelompok usia yang lebih muda.

"Ini tidak hanya dapat melindungi kalangan muda dari infeksi baru Virus Corona, tetapi juga membantu mereka untuk kembali ke kampus dan kehidupan sehari-hari yang normal sesegera mungkin," kata Chan.

Hong Kong sebagian besar telah mengendalikan wabah Virus Corona COVID-19 dengan sekitar 11.800 infeksi dan 210 kematian terkait.

Namun sayangnya, mayoritas penduduk kota tersebut masih memilih untuk menunda vaksinasi. Hal ini memperluas skema untuk memasukkan mereka yang berusia di atas 16 tahun dalam daftar vaksinasi pada April 2021.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Singapura Juga Mulai Vaksinasi Remaja 12 Tahun Ke Atas

Selain Hong Kong, Singapura juga telah memulai vaksinasi COVID-19 nasionalnya untuk lebih dari 400.000 pelajar berusia 12 tahun ke atas pada Kamis (3/6).

Kantor berita The Straits Times, mengunjungi Bishan Community Club pada Kamis (3/6), di mana ada banyak orang tua siswa yang menemani anak mereka untuk divaksinasi.

Di antara barisan pertama, ada seorang siswa Anglo-Cina Junior College, bernama Ryan Oh (17), seperti dilansir The Straits Times.

Ryan, yang mengikuti ujian tahun ini, mengatakan bahwa dia memutuskan untuk divasksinasi untuk melindungi neneknya yang tinggal bersamanya.

Meskipun sebagian besar lansia di Singapura telah divaksinasi, nenek Ryan belum mendapatkan persetujuan dari dokternya untuk mengambil suntikan vaksin karena alergi parah yang dialaminya.

"Varian baru Virus Corona menyebar lebih cepat, dan gelombang baru COVID-19 ini tampaknya lebih mengkhawatirkan daripada tahun lalu. Saya tidak ingin mengambil risiko menularkannya kepadanya," kata Ryan.

Salah satu orang tua siswa lainnya, yaitu Liza Ng (46) menemani putrinya. Shyanne (17), untuk divaksinasi.

"Itu salah satu hal yang bisa saya lakukan untuk melindungi putri saya. Bahkan jika dia terkena COVID-19, gejalanya tidak akan terlalu parah,"ujar Liza, yang berprofesi sebagai pegawai negeri.

Liza juga memilih untuk mendatangi pusat vaksinasi COVID-19 untuk siswa pada hari pertama, sehingga Shyanne, bisa beristirahat dengan cukup selama liburan sekolah.

"Jadwal vaksin kedua Shyanne di bulan Juli adalah pada Jumat sore, jadi jika dia memiliki efek samping, dia bisa beristirahat selama akhir pekan. Dia juga akan memiliki tiga hingga empat pekan untuk beristirahat sebelum mengikuti ujian sekolah pada bulan Agustus," terang Liza.

Untuk saat ini, hanya anak-anak berusia 12 tahun ke atas pada 1 Juni yang dapat divaksinasi COVID-19 di Singapura.

3 dari 3 halaman

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19