Sukses

40 Orang Tewas dalam Ledakan yang Menargetkan Sekolah di Kabul Afghanistan

Liputan6.com, Kabul - Sedikitnya 40 orang tewas dan sejumlah lainnya terluka menyusul beberapa ledakan yang menargetkan sebuah sekolah di Kabul, Afghanistan pada Sabtu 8 Mei 2021 waktu setempat -- kata seorang pejabat senior kementerian dalam negeri yang menambahkan bahwa sebagian besar korban merupakan pelajar.

Pejabat senior kementerian dalam negeri itu mengatakan kepada Reuters tanpa menyebut nama bahwa sebagian besar korban adalah siswa yang keluar dari sekolah Sayed ul Shuhada, demikian seperti dikutip dari Antara, Minggu (9/5/2021).

Juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan, Tariq Arian, menyebutkan korban tewas sedikitnya ada 25 orang, namun dia tidak menjelaskan penyebab atau target dari ledakan tersebut.

Sementara juru bicara kementerian kesehatan Afghanistan Ghulam Dastagir Nazari mengatakan sejauh ini 46 orang telah dibawa ke rumah sakit.

Kabul berada dalam status siaga tinggi sejak Washington bulan lalu mengumumkan rencana untuk menarik semua pasukan Amerika Serikat pada 11 September.

Para pejabat Afghanistan mengatakan Taliban telah meningkatkan serangan di seluruh negeri.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ledakan yang terjadi pada Sabtu itu.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid membantah keterlibatan kelompoknya dan mengutuk insiden tersebut.

Ledakan itu terjadi di bagian barat Kabul di lingkungan Muslim Syiah yang telah sering diserang oleh militan ISIS selama bertahun-tahun.

Sekolah Sayed ul Shuhada adalah sekolah menengah bersama untuk anak perempuan dan laki-laki, yang belajar dalam tiga waktu bergilir di mana giliran kedua adalah untuk siswa perempuan, kata juru bicara Kementerian Pendidikan Afghanistan Najiba Arian kepada Reuters.

Korban luka dalam serangan ledakan itu sebagian besar adalah siswi, katanya.

"Serangan menghebohkan di daerah Dasht-i Barchi di Kabul, adalah tindakan terorisme yang tercela. Menargetkan terutama siswa di sekolah perempuan, menjadikan ini serangan terhadap masa depan Afghanistan," kata misi Uni Eropa di Afghanistan melalui Twitter.

2 dari 3 halaman

AS Desak Taliban Lanjutkan Perbincangan Damai

Sementara itu, Amerika Serikat yakin akan keberlanjutan pembahasan upaya perdamaian antara Taliban dan Afghanistan yang sebelumnya mengalami kendala.

AS tetap optimis pada agenda tesebut, meskipun pertempuran semakin meningkat di tengah rencana penarikan mundur pasukan Amerika dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) dari Afghanistan.

Dalam sebuah pengarahan (briefing) di Kabul, seorang pejabat senior AS, Selasa (4/5), mengatakan usaha diplomatik Washington masih berlanjut untuk mencoba memulihkan proses perdamaian antara pemerintah Afghanistan dan Taliban.

"Kami tidak menyerah pada usaha perdamaian," kata diplomat Departemen Luar Negeri, yang minta agar namanya tidak disebutkan, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Rabu (5/5/2021).

"Kami berusaha untuk mendesak dengan segala cara agar Taliban mau kembali ke meja perundingan, dan secara serius."

"Kami berharap dan mengantisipasi hal itu akan terjadi," tambahnya.

Selengkapnya...

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut: