Sukses

Australia Mulai Vaksinasi COVID-19 dengan Vaksin Pfizer

Liputan6.com, Sydney - Australia telah memulai vaksinasi COVID-19 pada Senin (22/2/2021). Vaksin Pfizer dari Eropa menjadi pilihan.

Negara bagian Victoria dan New South Wales adalah yang pertama memulai vaksinasi COVID-19, selanjutnya South Australia, Queensland, dan ACT.

Dilaporkan 9news, Australia berharap bisa memvaksinasi 60 ribu orang hingga akhir pekan ini.

Vaksinasi di NSW dimulai pada jam 08.00 pagi waktu setempat di Royal Prince Alfred Hospital di Camperdown. Pejabat kesehatan Gayathry Vellangalloor Srinivasan mendapat suntikan pertama.

Penyuntikan di NSW diberikan oleh 200 petugas kesehatan, termasuk yang bekerja di Royal Prince Alfred Hospital.

Selama tiga minggu ke depan, targetnya ada 35 ribu pegawai kesehatan garis depan yang mendapat suntikan.

"Kami tahu vaksinnya berfungsi, efektif, dan saya mendorong semua orang untuk mendapatkannya," ujar Premier NSW, Gladys Berejiklian, yang rencananya akan disuntik dengan AstraZeneca.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

PM Morrison Sudah Disuntik

Perdana Menteri Scott Morrison (ScoMo) telah disuntik sehari sebelumnya di Victoria.

Hari ini, Profesor Rhonda Stuart dari Monash Health menjadi yang pertama divaksin pada pukul 07.30.

Lokasi vaksinasi yang saat ini tersedia ada di rumah sakit-rumah sakit di Victoria, Bandara Melbourne, serta hotel-hotel karantina. Lokasi vaksinasi mobile juga akan disediakan.

Care homes untuk lansia juga mendapat alokasi vaksin di gelombang pertama ini.

Menteri Kesehatan Australia Martin Foley mengaku senang melihat program vaksinasi yang berjalan.

"Kami siap melakukan bagian kita untuk memastikan bahwa vaksin diberikan secepat dan seaman mungkin kepada pekerja yang memiliki risiko tertinggi terpapar virus corona," ujarnya.

3 dari 5 halaman

Prioritas

Tahap pertama (1a) ada hingga 1,4 juta dosis yang disediakan untuk pekerja karantina dan perbatasan, pekerja kesehatan garis depan, serta fasilitas rumah lansia beserta pegawainya.

Fase berikutnya (tahap 1b) ada 14,8 juta vaksin untuk lansia berusia 70 tahun ke atas. Warga Aborigin dan Selat Torres di atas 55 tahun juga akan divaksin.

Di tahap 1b, ada 14,8 juta dosis vaksin untuk orang dewasa muda dengan kondisi medis, termasuk penyandang disabilitas, akan turut disuntik. Pekerja dengan risiko tinggi seperti polisi, damkar, hingga pegawai pabrik pengolahan daging juga akan ikut vaksinasi.

Selanjutnya pada fase 2 baru akan menyuntik ke kalangan yang lebih muda, serta program pemerataan jika ada yang belum sempat disuntik di tahap 1.

Terakhir, ada fase 3 untuk anak-anak berusia di bawah 16 tahun jika ada rekomendasi.

4 dari 5 halaman

Infografis COVID-19:

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: