Sukses

Warga Belanda Demo Tolak Jam Malam Akibat COVID-19

Liputan6.com, Amsterdam - Bentrokan terjadi di beberapa lokasi di Belanda, termasuk di Amsterdam, akibat kebijakan jam malam untuk mencegah COVID-19. Kendaraan, toko-toko, dan pusat tes COVID-19 menjadi sasaran amuk massa.

Dilaporkan DW, Senin (25/1/2021), bentrokan terjadi pada Minggu (24/1) waktu setempat di Amsterdam, Eindhoven, dan Stein. Pemerintah khawatir demo bisa menjadi acara penyebaran COVID-19.

Gelombang bentrokan ini terjadi beberapa jam setelah sekelompok pemuda membakar pusat tes COVID-19 di Urk.

Polisi memakai water cannon, baton, serta membawa kuda dan anjing untuk menghalau pendemo. Gas air mata juga dipakai di Eindhonven.

Di Amsterdam, ratusan orang demo di Museum Square. Mereka semua melanggar aturan pandemi di luar ruangan yang membatasi pertemuan hanya dua orang saja.

Perusahaan kereta Belanda, NS, meminta warga agar menghindari stasiun Eindhoven.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Ratusan Orang Ditangkap

Wali Kota Amsterdam, Femke Halsema, menyebut Museum Square sebagai "zona risiko tinggi". Ia pun mengizinkan polisi untuk menggeledah orang untuk mencari senjata.

Di seluruh Belanda, lebih dari 100 orang ditahan pada Minggu waktu setempat.

Pada hari yang sama, bentrokan juga terjadi di kota Stein ketika polisi berusaha membubarkan pesta ilegal yang dihadiri oleh 100 orang.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, ada 962 ribu kasus COVID-19 di Belanda.

3 dari 4 halaman

Infografis COVID-19:

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: