Sukses

Akibat Kurang Disinfeksi, Rumah Sakit Jadi Klaster COVID-19 di Qingdao

Liputan6.com, Qingdao - Pemerintah China sedang berusaha mendeteksi potensi lonjakan kasus COVID-19 di kota Qingdao, provinsi Shandong. Diduga lokasi klasternya adalah rumah sakit.

Dilaporkan AP news, Jumat (16/10/2020), pejabat kesehatan China menyebut CT room di RS Qingdao Chest tidak dilakukan disinfeksi yang menyeluruh. Untungnya tak ada penyebaran di luar rumah sakit.

Sudah ada 13 kasus COVID-19 di Qingdao. Pemerintah pun mulai melaksanakan tes massal.

Targetnya, pemerintah akan melakukan tes pada 11 juta orang. Sejauh ini, Qingdao berhasil mengetas 4 juta orang lebih dalam tempo beberapa hari saja.

Sejak ada tes massal, pemerintah China belum menemukan ada kasus baru. Secara nasional.

Komisi Kesehatan Nasional melaporkan ada 24 kasus baru dari luar negeri. Saat ini, ada 253 pasien di China yang dirawat karena COVID-19. Ada lagi 381 orang yang diisolasi karena positif tanpa gejala.

Bila melihat data Johns Hopkins University, kasus COVID-19 di China masih stabil di angka 90 ribu. Ini berbeda dari negara-negara Eropa yang mengalami lonjakan kasus.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

China Pecat 2 Pejabat Bidang Kesehatan di Qingdao

Pihak berwenang China mengatakan bahwa mereka telah memecat seorang presiden rumah sakit dan direktur komisi kesehatan di Kota Qingdao, China utara. 

Menurut AP, pemecatan itu dilakukan setelah kemunculan kasus baru Virus Corona COVID-19 di wilayah tersebut.

Dalam briefing singkat mengenai mikroblog resmi oleh pemerintah Kota Qingdao pada Kamis 15 Oktober 2020. disebutkan bahwa dua orang yang dibebastugaskan itu adalah Direktur Komisi Kesehatan bernama Sui Zhenhua dan Presiden rumah sakit toraks di Qingdao, Deng Kai.

Saat ditemukannya 12 kasus COVID-19, infeksi baru di Qingdao itu merupakan penularan lokal pertama di China dalam sekitar dua bulan.

Pihak berwenang Qingdao kemudian memerintahkan pengujian terhadap semua 9 juta penduduk kota itu, termasuk yang tidak menunjukkan gejala. 

Sebelumnya, pengujian massal telah dilakukan pada wilayah lain di China.

Departemen Kesehatan Qingdao menerangkan, bahwa pengujian dimulai dengan "kontak dekat, kontak dekat dari kontak dekat, dan kontak yang tidak terlalu dekat".

Tes COVID-19 itu dilakukan secara bertahap hingga kemudian meluas ke semua distrik kota.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: