Tolak Pakai Masker, Veteran Tentara Meninggal Akibat Komplikasi dari COVID-19

Seorang veteran Angkatan Darat Ohio meninggal dunia akibat komplikasi penyakit dari infeksi Virus Corona COVID-19 pada 4 Juli 2020. Ia menolak pakai masker.

Diterbitkan 16 Juli 2020, 10:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Ohio - Gara-gara tak mau memakai masker, seorang veteran Angkatan Darat Ohio meninggal dunia akibat komplikasi penyakit dari infeksi Virus Corona COVID-19 pada 4 Juli 2020.

Sebelumnya, ia menolak membeli produk pasar yang sedang gencar dicari itu.

Menurut sebuah obituari (berita kematian) online, seperti dikutip dari New York Post, Kamis (15/7/2020), Richard Rose (37) yang tinggal di Port Clinton dan sudah bekerja selama sembilan tahun diketahui meninggal di rumahnya.

Pada 28 April yang lalu, dia memposting di akun Facebooknya bahwa dia mengabaikan imbauan resmi untuk mengenakan masker selama pandemi Virus Corona COVID-19 yang mematikan.

“Mari saya jelaskan tentang ini," Rose menulis. "Saya tidak akan membeli masker itu. Saya sudah sampai sejauh ini di mana saya tidak akan membeli barang itu. "

Setelah berita kematiannya, unggahannya tersebut itu telah dibagikan sekitar 18.000 kali dengan ratusan komentar mengejeknya.

"Dan sekarang kamu sudah mati," tulis salah satu akun dalam kolom komentar unggahan tersebut. "Bisa dipastikan bahwa keluargamu berharap kamu akan memakai masker".

"Seleksi alam, RIP," komentar akun lainnya.

Tetapi Nick Conley, seorang teman Rose, mengatakan kepada WOIO bahwa olokan tersebut sangat tidak pantas.

"Rick diserbu online saat ini karena keputusannya perihal dia tidak memakai masker, dan memang itu salah. Namun, kita harus tetap berbelas kasih di samping apakah kita setuju atau tidak dengan keyakinan seseorang. Di sini, seseorang telah meninggal dan kita harus memiliki belas kasihan terhadap itu," ucap Conley.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Kematian Rose Menjadi Peringatan Bagi Masyarakat

Posted by Richard Rose on Friday, 3 July 2020

Sebelumnya, Rose sempat memposting pada 1 Juli bahwa dia merasa sangat sakit beberapa hari terakhir. Tidak lama kemudian setelah unggahannya tersebut, ia kembali memberikan pernyataan, “Ya. Saya secara resmi akan dikarantina selama 14 hari ke depan. Saya baru saja dinyatakan positif COVID-19. Ini menyebalkan karena saya baru saja akan memulai pekerjaan baru! ”

Hari berikutnya, dia menulis, “Virus ini benar benar menyebalkan! Saya kehabisan nafas hanya dengan duduk di sini. ". Setelah itu, sehari sebelum kematiannya, dia kembali mengunggah tulisan yang isinya, "Ketika Anda melihat saya di surga jangan sampai anda menghakimi saya."

Melansir nypost.com (15/7/2020), Conley mengatakan "Sangat buruk bahwa kita telah kehilangan Rick. Namun bagian yang lebih mengerikan adalah siapa lagi yang terinfeksi karena tindakan yang dia pilih." Dia berharap kematian Rose akan menjadi peringatan bagi orang lain.

“Saya tahu banyak orang yang belum memiliki seseorang yang mereka kenal didiagnosis terinfeksi virus (COVID-19), dan saya ingin orang sadar akan hal itu. Harapan saya adalah orang akan melihat bahwa ini benar-benar terjadi dan lebih hati-hati," katanya kepada outlet lokal.

Menurut obituarinya, Rose digambarkan sangat menikmati media sosial, streaming online, dan dua kucingnya, Dale dan Tucker. Dia adalah penggemar NASCAR, balap lintasan dan tim sepak bola Georgia Bulldogs.

Reporter: Vitaloca Cindrauli Sitompul