Sukses

Tutup 3 Bulan Imbas Lockdown Corona COVID-19, Perbatasan Eropa Mulai Dibuka

Liputan6.com, Paris - Setelah tiga bulan setelah ditutup karena wabah Virus Corona COVID-19 pada Maret lalu, pintu-pintu perbatasan di berbagai penjuru Eropa kembali dibuka Senin 15 Juni 2020. Meski demikian, karena sejumlah pembatasan masih berlaku.

Oleh sebab itu, belum dapat diketahui bagaimana orang-orang Eropa bisa bepergian musim panas ini.

Benua itu pun masih tertutup bagi turis-turis internasional di luar Eropa, termasuk orang-orang Amerika dan Asia, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Selasa (17/6/2020).

Pintu-pintu perbatasan di kebanyakan negara-negara Eropa, termasuk Jerman dan Prancis, mulai dibuka Minggu malam, setelah hampir dua pekan Italia membuka dirinya bagi para pendatang asing dari Eropa.

Meski demikian, seluruh negara di blok tersebut diperkirakan baru akan menerima kunjungan pendatang dari luar Eropa pada awal bulan depan, atau bahkan bulan-bulan setelahnya akibat Corona COVID-19.

Saat mengumumkan pembukaan pintu-pintu perbatasan dan restoran-restoran di Paris, Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan, telah tiba saatnya membuka halaman baru pada masa krisis akibat Virus Corona COVID-19 dan menemukan kembali rasa kebebasan.

Namun ia memperingatkan, Ini bukan berarti virus sudah punah dan kita bisa rileks. Musim panas 2020 akan berbeda daripada musim-musim panas sebelumnya.

2 dari 3 halaman

7,9 Juta Kasus Virus Corona COVID-19 di Eropa

Universitas Johns Hopkins melaporkan, Eropa memiliki lebih dari 2 juta kasus dari 7,9 juta kasus Virus Corona yang dikukuhkan di dunia. Lebih dari 182.000 diberitakan meninggal terkait virus itu.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan, Minggu 14 Juni, negaranya siap menerima para pengunjung dari Eropa mulai 21 Juni, mundur 10 hari dari rencana sebelumnya. Ia mengatakan, “Ancaman masih nyata. Virus masih ada.”

Sebagai langkah awal, Spanyol akan mengizinkan ribuan warga negara Jerman terbang ke Kepulauan Balearic, mulai Senin 15 Juni, dan membebaskan ketentuan karantina diri selama 14 hari.

Upaya itu dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh praktik-praktik pengendalian Virus Corona COVID-19 yang diberlakukan Spanyol berpengaruh terhadap keselamatan dan keamanan turis.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut: