Sukses

Black Lives Matter Populer Saat Demo Kematian George Floyd, Ini Asal Mulanya

Liputan6.com, Jakarta- Kematian seorang pria keturunan Afro-Amerika, George Floyd, yang melibatkan petugas polisi kulit putih telah memicu kemarahan dan aksi demonstrasi di banyak negara bagian AS

Kata "Black Lives Matter" kemudian banyak digunakan warga AS saat aksi protes digelar. Apa artinya?

Kata tersebut sebenarnya memilki makna mendalam bagi kaum kulit hitam, yang telah dibuat dan dipopulerkan sejak beberapa tahun yang lalu. 

Diinisiasi pada tahun 2013, gerakan #BlackLivesMatter didirikan sebagai tanggapan atas pembebasan pembunuh Trayvon Martin. Siapa dia?

Trayvon Martin adalah remaja Afro-Amerika berusia 17 tahun yang tewas di tangan seorang personel kepolisian Amerika kulit putih bernama George Zimmerman di Sanford, Florida. Ironisnya, pelaku malah dibebaskan dari segala tuduhan dan divonis tidak bersalah. Kasusnya malah memicu debat prasangka rasial di AS, kemudian berujung unjuk rasa di sejumlah wilayah.

Gerakan Black Lives Matter kembali jadi sorotan saat peristiwa serupa terjadi tahun 2014. Saat itu, pria kulit hitam bernama Eric Garner tewas dicekik polisi di New York. Pada tahun yang sama, polisi AS kembali berulah dengan menembak mati Michael Brown, seorang remaja kulit hitam yang tidak bersenjata di Ferguson, Missouri.

Kematian Brown memicu protes keras dan unjuk rasa di sejumlah wilayah AS. Miris, pengadilan justru memutuskan tak menuntut petugas yang membunuh Brown.

Kematian Brown lalu dimasukkan dalam kebangkitan krisis nasional penegakkan hukum terhadap perbedaan kulit.

Meski menuai protes, sederet pembunuhan yang dilakukan polisi Amerika Serikat terhadap warga kulit hitam terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Kematian mereka senantiasa diwarnai aksi protes dari gerakan Black Lives Matter.

Black Lives Matter kini tak hanya sekadar slogan, tapi telah menjelma menjadi organisasi global di AS, Inggris, dan Kanada. Black Lives Matter Foundation, Inc membawa misi memberantas supremasi kulit putih dan membangun kekuatan lokal untuk melakukan intervensi dalam kekerasan yang ditimbulkan pada komunitas kulit hitam oleh negara atau warga. Demikian seperti dikutip dari laman website resminya, blacklivesmatter.com.

"Dengan memerangi dan melawan tindakan kekerasan, menciptakan ruang untuk imajinasi dan inovasi dan memusatkan kegembiraan orang kulit Hitam, kita dapat segera memperbaiki hidup," demikian seperti dikutip dari blacklivesmatter.com, Kamis (4/6/2020).

Gerakan Black Lives Matter kini kembali menggema di AS, buntut dari pembunuhan George Floyd. Aksi tersebut bahkan mendapat dukungan dari sederet artis mancanegara seperti, Ariana Grande, Lady Gaga, Cole Sprouse, Halsey, Zayn Malik, hingga Kim Kardashian. Mereka mengunggahnya melalui akun Instagram.

2 dari 4 halaman

Program yang Dijalankan

Dalam laman web resminya, Black Lives Matter (BLM) menunjukkan beberapa program yang mereka milliki untuk mengumpulkan keaktifan komunitasnya, yang diantaranya adalah Arts + Culture dan Black Futures Month.

"Black Lives Matter Arts + Culture memperluas dan mengeksplorasi momen ini dalam budaya seni yang mencerminkan 1960-an dan 1970-an ketika Hak-Hak Sipil, Black Power, dan Pergerakan Hak-Hak Perempuan, dan upaya untuk mendiversifikasi institusi seni, mendominasi wacana," jelas BLM mengenai program tersebut. 

BLM menyampaikan, bahwa program tersebut melibatkan seniman-seniman kulit hitam yang mau berbicara dengan berani, tidak takut, dan berdiri dalam solidaritas dengan yang paling terpinggirkan di antara mereka. 

Selain kesenian, fungsi dari program juga menghubungkan budaya dan politik. 

"Program Arts + Culture berfungsi sebagai titik koneksi untuk mendidik komunitas kami di titik pertemuan seni, budaya, dan politik. Melalui ekspresi dan keterlibatan artistik, kami akan memberdayakan komunitas kami, mengubah pandangan, dan menginspirasi realitas baru", kata BLM mengenai fungsi dari program itu. 

Dirayakan setiap tahun pada bulan Februari, program lainnya yaitu Black Futures Month, diadakan bersamaan dengan Black History Month. Seperti  Arts + Culture, perayaan dari program tersebut juga melibatkan seniman-seniman kulit hitam yang populer. 

Acara Black Futures Month sudah digelar terakhir kali pada 2019, berdasarkan informasi mengenai program yang dicantumkan dalam laman website resmi BLM. Namun saat ini, mereka belum memberikan update apakah acara tersebut akan kembali digelar pada 2020.

3 dari 4 halaman

Petisi Dalam Menanggapi Kematian George Floyd

Black Lives Matter dalam situs web resminya juga membagikan platform petisi mereka untuk orang-orang yang memperjuangkan keadilan bagi warga kulit hitam di AS, yang termasuk dalam menanggapi kematian George Floyd di tangan petugas polisi. 

Dicantumkan dengan formulirnya, petisi itu diserukan dengan tagar #DefundThePolice, dan BLM mengatakan, "Kami menyerukan pencabutan anggaran polisi secara nasional. Kami menuntut investasi di komunitas kami dan sumber daya untuk memastikan orang kulit hitam tidak hanya bertahan, tetapi berkembang."

Selain itu, BLM juga mengatakan bahwa mereka menuntut transformasi nyata saat ini. 

BLM menyampaikan, "Transformasi yang akan meminta pertanggungjawaban penegak hukum atas kekerasan yang mereka timbulkan, transformasi sistem rasis yang menghasilkan korupsi, dan transformasi yang memastikan masyarakat kita tidak tertinggal."

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: