Sukses

Di Negara Ini Botol Susu Plastik Disulap Jadi Aspal Jalan

Liputan6.com, Afrika Selatan - Botol plastik di Afrika Selatan di daur ulang untuk membuat jalan. Harapannya untuk membantu negara tersebut mengurangi sampah dan membangun kualitas jalan.

Lubang-lubang jalan membuat pengguna jalan di Afrika Selatan menghabiskan $3,4 miliar untuk mereparasi kendaraan dan cidera, menurut South African Road Federation, kerusakan jalan ini juga merusak kargo. Pada Agustus 2019, Shisalanga Construction menjadi perusahaan pertama di Afrika Selatan yang membuat jalan melalui botol plastik. 

Perusahaan itu kini telah membuat jalan lebih dari 400 meter di Cliffdale, di dekat pinggiran Durban, mereka menggunakan setidaknya 40,000 botol susu plastik yang telah di daur ulang, seperti dikutip dari CNN, Senin (18/05/2020). 

Shisalanga menggunakan high-density polyethylene (HDPE) yang merupakan jenis plastik tebal digunakan untuk botol susu plastik. Pabrik daur ulang lokal kemudian mengubahnya menjadi pelet dengan panas yang mencapai 190 derajat Celcius, kemudia mereka akan dicamput dengan aditif.

Mereka menggantikan enam persen dari pengikat bitumen aspal, jadi untuk setiap satu ton aspal, mereka setidaknya memiliki kandungan 118 hingga 128 botol plastik. 

 

 

2 dari 4 halaman

Produksi dengan Komponen Racun yang Rendah

Shisalanga mengatakan bahwa emisi yang diproduksi jauh lebih sedikit dibanding proses tradisional, tak hanya itu, senyawa daur ulang plastik itu lebih tahan lama dan anti air dibanding aspal biasanya. Aspal yang terbuat dari plastik ini juga tahan di suhu terpanas 70 derajat Celcius dan terendah dengan 22 derajat Celcius dibawah nol.

Proses aspal dari daur ulang plastik ini juga tak jauh berbeda dengan proses yang sudah ada, Shisalanga percaya bahwa akan ada penghematan finansial karena jalan diprediksi akan tahan lebih lama yang biasanya tahan selama 20 tahun. 

"Hasilnya sungguh menakjubkan," ujar general manager, Deane Koekemoer. "Performanya juga sangat baik."

Berbeda dengan Eropa, plastik yang bisa di daur ulang dikumpulkan per rumah, di Afrika Selatan, 70 persen plastik daur ulan ditemukan di tempat pembuangan akhir. Shisalanga mengatakan bahwa mendaur ulang botol plastik menjadi jalan akan membuat pasar yang baru untuk sampah plastik yang bisa di daur ulang. 

Kit Ducasse, control technician at the KZN Department of Transport -- which commissioned the plastic repaving -- is "impressed" with the road and has now commissioned a highway on-ramp in addition to the first road. "It's working so well," he says. "Time will tell, but what I've seen is great news."

Kit Ducasse, teknisi kontrol daru Departemen Transportasi KZN yang dikomisi untuk memperbarui plastik terkagum dengan jalan yang terbuat dari plastik dan sekarang dikomisi untuk mengerjakan jalan raya. "Ini bekerja sangat baik," katanya. "Waktu yang tepat akan datang, tapi apa yang kita lihat saat ini adalah hal yang baik."

3 dari 4 halaman

Memerangi Masalah Plastik

Namun ide untuk membuat jalan berbahan plastik ini telah dimulai sejak 17 tahun yang lalu dan konsep telah diuji coba di Eropa, Amerika Utara dan Australia. Namun kekhawatiran tentang potensi gas karsinogenik yang terbuat dari produksi, tak hanya itu produksi ini juga akan memproduksi microplastic. 

"Isu seperti ini harus dibatasi, jika tidak kita dapat berkontribusi dalam peningkatan masalah lingkungan," ujar George Mturi, salah satu ilmuwan senior di CSIR. 

Shisalanga telah meluangkan waktu selama lima tahun untuk mencari teknologi untuk penggunaan sampah plastik menjadi aspal. Manajer teknisnya Wynand Nortje mengatakan bahwa proses mereka melelehkan plastik menjadi aspal meminimalkan risiko mikroplastik. 

=Membuat jalan adalah satu dari solusi kreatif untuk mendaur ulang sampah plastik. Beberaoa perusahaan di dunia menggunakan sampah plastik untuk batu bata, bahan bakar dan pakaian. 

Beberapa perusahaan internasional sudah menemukan jalan untuk mengolah plastik yang tidak dapat di daur ulang menjadi jalan. Namun Mturi di CSIR percaya bahwa saat ini terlalu berisiko dalam hal emisi dan mikroplastik, karena properti dari plastik sangat bervaiasi. 

Namun, Koekemoer berharap untuk memperluas menggunakan plastik yang tidak dapat didaur ulang di masa depan, memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan lebih banyak sampah plastik dari lingkungan.

"Kami mengeluarkan plastik dari tempat pembuangan sampah dan kami mengurangi masalah polusi kami, dan untuk itu kami telah menghasilkan produk yang jauh lebih unggul daripada alternatif," kata Koekemoer. "Kami memimpin kurva global."

 

4 dari 4 halaman

Adidas Mencoba Menggunakan Sampah Plastik Menjadi Lapangan

Selain dapat dibuat jalan, sampah botol plastik juga dapat digunakan untuk membuat rumput sintetis. Seperti yang dikutip dari CNN, Senin (18/05/2020), Adidas menggunakan kurang lebih 1.8 juta botol plastik untuk membuat lapangan American Football. 

Adidas membuat lapangan ini untuk Miami Edison High School, Miami Edison High School ini memiliki lokasi yang tak jauh dari Hard Rock Stadium. Stadion itu merupakan tempat utama acara tahunan terbesar, Super Bowl. 

Lapangan yang terbuat dari botol plastik itu adalah bentuk sumbangan Adidas untuk mengurangi sampah plastik yang berada di lautan. Plastik yang digunakan untuk lapangan ini berasal dari sampah plastik yang ditemukan di pesisir pantai. 

"Kita percaya bahwa melalui olahraga, kita memiliki kekuatan untuk mengubah hidup seseora, dan lapangan ini menjadi demonstrasi dari aksi kita untuk kepercayaan itu," ujar Cameron Collins, direktur American Football di Amerika. 

Reporter: Yohana Belinda