Sukses

Gaza Tembakkan Roket ke Israel, PM Netanyahu Tinggalkan Lokasi Kampanye

Liputan6.com, Jakarta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu meninggalkan panggung pada acara kampanye di Israel selatan, Rabu 25 Desember 2019 malam ketika sebuah roket ditembakkan dari Gaza menuju Kota Ashkelon.

Seperti dilaporkan oleh CNN, Kamis (26/12/2019), kejadian tersebut terjadi tepat sehari sebelum pemimpin Israel berusia 70 tahun itu menghadapi tantangan kepemimpinan dalam Partai Likud-nya.

Sekitar dua menit setelah Netanyahu diperkenalkan, video dari acara tersebut menunjukkan Netanyahu dibawa pergi oleh pihak keamanan ketika kerumunan berteriak "Bibi, Bibi!"

Penyelenggara acara memberi tahu para peserta bahwa ada peringatan merah di Ashkelon. Peringatan tersebut merupakan pemberitahuan akan adanya tembakan roket. 

2 dari 3 halaman

Serangan Roket

Menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF), satu roket ditembakkan dari Gaza ke Israel dan dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome.

Netanyahu kembali ke panggung sekitar 12 menit kemudian, ketika kerumunan kembali berteriak, "Bibi!"

Situasi yang hampir identik terjadi sebelum pemilihan pada bulan September lalu.

Netanyahu mengadakan kampanye di kota Ashdod, beberapa mil di utara Ashkelon. Waktu itu, roket ditembakkan dari Gaza ke Israel, memaksa pihak keamanan untuk mengawal Netanyahu dari panggung. Dia kembali beberapa saat kemudian untuk menyelesaikan pidatonya.

Netanyahu menanggapi serangan roket di Twitter pada hari Rabu, dengan mengatakan, "Dia yang menembak terakhir kali tidak bersama kita. Siapa pun yang menembak kali ini harus mengepak barang-barangnya."

Netanyahu merujuk pada komandan Jihad Islam Palestina Baha Abu al-Ata, yang Israel tuduh sebagai penyebab serangan roket di bulan September. 

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas roket yang ditembakkan Rabu malam.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Menlu AS Geram PBB Rilis 112 Perusahaan Israel Pelanggar HAM
Artikel Selanjutnya
Masjid Desa Palestina di Israel Jadi Korban Vandalisme Ekstremis Yahudi